Buka konten ini

BATAM (BP) — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax dan Pertamax Turbo di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Batam sejak beberapa pekan terakhir, menimbulkan keluhan warga. Banyak pengendara harus berpindah dari satu SPBU ke SPBU lain untuk mendapatkan BBM beroktan tinggi tersebut.
Padahal, meski tidak termasuk BBM bersubsidi, Pertamax tetap memiliki peminat tinggi di Batam. Adi, warga Batuampar, mengaku harus keliling ke sejumlah SPBU di wilayah Batuampar hingga Batam Center untuk mendapatkan Pertamax dengan RON 92.
”Akhirnya dapat, tapi ya itu setelah mutar ke mana-mana,” katanya, kemarin.
Pertamina mengklaim penyaluran BBM jenis Pertamax dan Pertamax Turbo kini mulai berangsur normal dan akan pulih sepenuhnya dalam waktu dekat.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menjelaskan penyaluran Pertamax Turbo telah mencapai sekitar 60 kiloliter per hari, atau 150 persen dari konsumsi harian normal.
“Dengan suplai tersebut, stok Pertamax Turbo dalam kondisi aman dan stabil untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Fahrougi dalam keterangan tertulis, Selasa (28/10).
Ia menyebutkan, suplai tambahan sebesar 500 kiloliter dijadwalkan tiba pada 28–29 Oktober dan 500 kiloliter lagi pada 1–2 November 2025.
Sementara itu, untuk Pertamax, penyaluran disebut masih berlangsung dengan total suplai 96 kiloliter pada 27–28 Oktober, atau sekitar 46 persen dari konsumsi normal.
Pertamina memperkirakan tambahan pasokan 2.000 kiloliter akan tiba pada 29 Oktober, jika proses bongkar kapal tidak mengalami kendala.
“Apabila proses bongkar kapal berjalan lancar, ketersediaan Pertamax dapat segera pulih sepenuhnya,” kata Fahrougi.
Pertamina juga menyebut tengah melakukan pengaturan distribusi secara selektif ke sejumlah SPBU guna menjaga pemerataan pasokan di seluruh wilayah Batam. Masyarakat diimbau tidak khawatir karena Pertalite masih tersedia di semua SPBU sebagai alternatif sementara.
Namun, ketika dikonfirmasi lebih lanjut soal penyebab utama kelangkaan, pihak Pertamina tak banyak menjelaskan.
Marketing Support Media Pertamina Kepri, Galuh Anjasmara, hanya menyebut persoalan ini disebabkan kendala distribusi, tanpa merinci apakah terkait kerusakan kapal atau faktor cuaca.
“Kendala distribusi,” ujarnya singkat. (*)
Reporter : Yashinta
Editor : RATNA IRTATIK