Buka konten ini

SEKUPANG (BP) – Kapal Motor (KM) Kelud milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PELNI, dipastikan berhenti beroperasi sementara waktu. Kapal penumpang terbesar yang melayani rute Batam–Belawan–Tanjung Balai Karimun–Tanjung Priok ini dijadwalkan masuk docking tahunan pada 11 September hingga 1 Oktober 2025.
Kepala Cabang PT PELNI Batam, Edwin Kurniansyah, mengatakan, docking tahunan merupakan agenda rutin untuk memastikan kelayakan dan keamanan kapal sebelum kembali berlayar.
“Sebagai informasi, KM Kelud akan menjalani docking tahunan pada tanggal 11 September sampai 1 Oktober 2025. Selama KM Kelud docking, tidak ada kapal pengganti. Kami mohon masyarakat pengguna KM Kelud yang merencanakan keberangkatan agar menyesuaikan jadwal,” jelas Edwin, Selasa (19/8).
Edwin menambahkan, docking ini bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan layanan transportasi laut yang aman dan nyaman. Setelah proses rampung, KM Kelud diharapkan dapat kembali berlayar pada awal Oktober dengan kondisi kapal yang lebih baik.
“Sesuai jadwal setelah 1 Oktober, kapal akan kembali normal melayani masyarakat Batam,” ujarnya.
Meski begitu, absennya KM Kelud selama hampir tiga pekan disayangkan sejumlah warga. Tingginya kebutuhan transportasi laut, khususnya jalur Batam–Belawan, membuat keberadaan KM Kelud sangat dinanti.
“Kalau boleh ada kapal pengganti lah. Apalagi kita mobile, tentu berat kalau harus naik pesawat.
Biayanya jauh lebih besar,” kata Andre, warga Batam yang kerap bepergian ke Medan.
Pengguna lainnya juga mengaku keberatan jika harus beralih ke moda transportasi udara, terutama bagi mereka yang membawa barang dalam jumlah banyak. Harga tiket pesawat yang jauh lebih mahal dibandingkan kapal laut menjadi alasan utama.
Masyarakat berharap PELNI dapat mempertimbangkan opsi penyediaan kapal pengganti di masa mendatang, mengingat tingginya permintaan terhadap transportasi laut di jalur barat Indonesia ini. (***)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK