Buka konten ini
LYON (BP) – Status Olympique Lyon (OL) sebagai klub yang belum pernah terdegradasi dari Ligue 1 akhirnya berakhir. Musim depan, OL merasakan bertanding di kasta kedua liga Prancis atau Ligue 2 karena gagal mengatasi krisis finansial.
RMC Sport menyebut, Les Gones -sebutan OL – mengalami kerugian yang mencapai EUR500 juta (Rp9,4 triliun) dan gagal memenuhi utang-utang. DNCG atau badan pengawas keuangan klub sepak bola Prancis sejatinya juga memanggil klub bermasalah lainnya seperti AS Monaco, FC Nantes, dan Paris FC. Tetapi, ketiga klub sesama kontestan Ligue 1 itu dinyatakan masih aman dalam keseimbangan neraca klub.
Keputusan terdegradasinya OL memicu aksi protes para fans. Khususnya kelompok ultras terbesar, Bad Gones. Mereka mendesak pemilik saham mayoritas, John Textor, angkat kaki dari OL. Padahal, Textor telah berupaya menyelamatkan finansial OL dengan mencari dana talangan.
Seperti menjual sahamnya di Crystal Palace, menjual saham tim wanita OL, hingga melepas wide attacker Rayan Cherki ke Manchester City. Kapten sekaligus striker bergaji tinggi Alexander Lacazette juga tidak dipertahankan.
Mantan pemilik OL Jean-Michel Aulas menyayangkan terdegradasinya klub yang pernah dimilikinya pada 1987 sampai 20222. Dia menyebut OL butuh sosok pemilik yang benar-benar berkomitmen pada klub.
“Tidak ada yang menginginkan bencana ini terjadi. Aku harap OL terselamatkan,” kata Aulas.
OL memang masih dapat mengajukan banding atas keputusan DNCG. Jika banding ditolak, OL akan digantikan oleh Stade de Reims di Ligue 1. Meski, Reims kalah oleh FC Metz dalam playoff degradasi akhir bulan lalu. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG