Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Kota Batam akan menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) pada Jumat (24/5) mendatang di Universitas Batam. Agenda utama kegiatan ini adalah pemilihan ketua baru untuk periode 2025–2030.
Ketua PII Batam periode 2019–2024, Ir Prastiwo Anggoro, menyebut Muscab tahun ini terasa istimewa karena untuk pertama kalinya jumlah calon ketua lebih dari dua orang. Empat insinyur yang maju mencerminkan keberagaman latar belakang keinsinyuran di Batam.
“Ini mencerminkan keterwakilan dari tiga pilar utama atau triple helix sektor keinsinyuran, yakni praktisi, akademisi, dan aparatur negara,” ujarnya, Senin (19/5).
Ketua panitia pelaksana Muscab, Ir Edi Indera, menyebut keempat kandidat tersebut adalah Ir Sanusi, Ir Junaidi, Ir Moden Purba, dan Ir Ahmad Muda Bahri. “Mereka semua telah lolos verifikasi administrasi dan berhak maju sebagai calon ketua,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemilihan akan dilaksanakan di Universitas Batam dan diikuti oleh seluruh anggota sah PII Batam. “Kami berharap proses ini berjalan demokratis, lancar, dan melahirkan pemimpin baru yang membawa semangat kolaboratif,” ucap Edi yang juga menjabat Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Batam.
Dalam kepemimpinannya selama dua periode, Ir Prastiwo mencatatkan sejumlah pencapaian. Salah satunya adalah pertumbuhan signifikan jumlah anggota PII Batam, dari 273 insinyur pada 2019 menjadi 1.020 anggota per akhir Maret 2025—atau meningkat 370 persen.
Anggota PII Batam kini tersebar di 27 Badan Kejuruan, mulai dari Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Elektro, hingga Teknik Biomedis. Selain itu, PII Batam juga mencatat peningkatan tajam dalam jumlah insinyur yang telah memiliki Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI), yakni sebanyak 365 orang.
“STRI ini penting karena menjadi syarat dalam pengurusan perizinan bangunan gedung di Kota Batam,” jelas Prastiwo.
Ia menambahkan, berdirinya Program Studi Profesi Insinyur di Politeknik Negeri Batam juga menjadi salah satu pencapaian penting yang diinisiasi oleh PII Batam.
“Pondasi infrastruktur keinsinyuran sudah dibangun selama enam tahun terakhir. Saya berharap kepemimpinan baru bisa membawa PII Batam berlari lebih kencang, memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan kota Batam, sekaligus memperkuat perlindungan insinyur lokal terhadap gelombang insinyur asing,” pungkas Prastiwo.
Muscab PII Batam tahun ini tidak hanya menjadi ajang demokrasi organisasi, tetapi juga momentum strategis untuk menegaskan peran insinyur dalam kemajuan pembangunan kota industri ini. (*)
Reporter : Arjuna
Editor : RATNA IRTATIK