Buka konten ini

SEKUPANG (BP) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mencatat sebanyak 4.997 kasus tuberkulosis (TBC) telah terdeteksi sepanjang tahun 2025, atau dari Januari hingga April. Dari jumlah tersebut, 95 persen pasien telah menjalani pengobatan sesuai standar. Capaian ini dinilai positif karena sesuai dengan target minimal nasional dalam pengendalian TBC di daerah.
Kepala Dinas Kesehatan Batam, dr. Didi Kusmarjadi, mengatakan bahwa dari 1.424 kasus yang ditemukan sejak Januari hingga April 2025, sebanyak 1.352 pasien telah menjalani terapi pengobatan. Hal ini menjadi indikator keberhasilan pelayanan kesehatan Batam dalam menangani penyakit menular yang masih menjadi perhatian nasional.
“Pengobatan TBC berjalan dengan baik. Dari jumlah kasus yang ditemukan, 95 persen sudah mendapatkan penanganan sesuai standar. Ini merupakan salah satu indikator keberhasilan pengendalian TBC di Batam,” ujarnya, Senin (12/5).
Ia menjelaskan, pengobatan TBC umumnya berlangsung antara enam hingga sembilan bulan tergantung pada kondisi pasien dan jenis TBC yang diderita. Sementara itu, sekitar lima persen pasien belum memulai pengobatan karena berbagai kendala seperti meninggal dunia, putus kontak, atau belum datang ke fasilitas kesehatan.
Dinkes Batam terus berupaya menjangkau pasien-pasien tersebut melalui pendekatan langsung ke masyarakat dan memperkuat kerja sama dengan berbagai fasilitas layanan kesehatan. Selain pengobatan, pihaknya juga fokus pada deteksi dini guna menekan penyebaran TBC lebih luas.
Sepanjang 2025, sebanyak 36.113 orang telah menjalani skrining TBC di Batam. Dari hasil pemeriksaan tersebut, ditemukan 4.997 kasus positif. Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan alat Tes Cepat Molekuler (TCM) yang tersedia di 11 fasilitas kesehatan, termasuk empat puskesmas. Alat ini mampu mendeteksi TBC dengan cepat dan akurat sehingga mempercepat penanganan.
Didi mengingatkan masyarakat agar tidak menunda pemeriksaan apabila mengalami gejala-gejala yang mengarah pada TBC. Gejala umum antara lain batuk yang berlangsung lebih dari tiga minggu, batuk berdahak atau disertai darah, nyeri dada, tubuh mudah lelah dan lemah, keringat malam hari tanpa aktivitas berat, demam berkepanjangan, serta penurunan nafsu makan dan berat badan.
“Masyarakat yang mengalami gejala-gejala tersebut sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat seperti puskesmas. Deteksi dini sangat penting agar pengobatan bisa segera dimulai dan potensi kesembuhan juga lebih tinggi,” tegas Didi.
Ia menambahkan bahwa pengobatan TBC di fasilitas kesehatan pemerintah, termasuk puskesmas, diberikan secara gratis. Karena itu, ia berharap kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri semakin meningkat, sehingga upaya eliminasi TBC sebagai penyakit menular dapat tercapai sesuai target nasional. (*)
Reporter : RENGGA YULIANDRA
Editor : RAT NA IRTATIK