Buka konten ini
Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, menyatakan bahwa dirinya bersama Gubernur Ansar Ahmad akan fokus mencari investasi baru setelah Matahari Departemen Store di TCC Tanjungpinang dipastikan tutup pada 1 Mei mendatang.
Nyanyang menilai bahwa keputusan Matahari untuk menutup gerainya di TCC Tanjungpinang disebabkan oleh penurunan daya beli masyarakat, yang ditambah dengan tingginya nilai sewa gerai.
”Saya rasa harga sewanya yang tinggi, ditambah dengan daya beli masyarakat yang kurang,” ungkap Nyanyang, Selasa (23/4).
Ia melanjutkan, setelah penutupan Matahari, pihaknya akan segera mencari investasi baru guna mengembangkan perekonomian Tanjungpinang dan Bintan.
”Tanjungpinang saat ini belum memiliki daerah industri. Mudah-mudahan, dengan kepemimpinan Pak Gubernur dan saya, kita bisa menarik investasi untuk mengembangkan Pulau Bintan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Nyanyang menekankan bahwa semua jenis investasi seharusnya bisa berkembang di Tanjungpinang, namun perlu koneksi dengan FTZ (Free Trade Zone) yang menyeluruh di Batam, Tanjungpinang, Bintan, dan Karimun.
”Kita kejar dulu payung hukumnya yang sudah ada, tinggal mengejar Kepres-nya. Jika sudah ada Kepres, FTZ menyeluruh pasti akan dijalankan,” jelasnya.
Dengan adanya upaya pencarian investasi baru ini, pemerintah provinsi berharap dapat mengatasi tantangan perekonomian dan membawa pertumbuhan yang lebih baik bagi wilayah Tanjungpinang dan sekitarnya.(*)
Reporter : Mohamad Ismail
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI