Buka konten ini

SEVILLA (BP) – Musim ini bukan musim yang bersahabat bagi Carlo Ancelotti. Allenatore Real Madrid itu tidak hanya gagal mempertahankan gelar juara Liga Champions setelah kandas di semifinal. Di ajang domestik, Ancelotti dua kali gagal mempersembahkan juara setelah kalah oleh rival abadi, FC Barcelona.
Minggu (27/4) dini hari, Real ditundukkan Barca 2-3 melalui babak perpanjangan waktu dalam final Copa del Rey di Estadio La Cartuja, Sevilla. Pada 13 Januari lalu, Los Merengues –sebutan Real – juga menyerah dari Barca 2-5 dalam final El Clasico lainnya. Yaitu Supercopa de Espana di King Abdullah Sports City, Jeddah.
Don Carlo – sebutan Ancelotti– terancam gigit jari lagi lantaran masih tertinggal empat poin dari Barca dalam persaingan juara LALIGA. Media-media Spanyol mengklaim, masa depan Ancelotti di Real semakin suram pasca kegagalan kemarin.
Sebagai mantan petinggi Real, Jorge Valdano sudah memahami karakter petinggi Real ketika mengambil kebijakan terkait masa depan entrenador Los Merengues. Terlebih ketika si pelatih gagal memenuhi ekspektasi gelar juara di akhir musim.
“Kita semua tahu hukum sepak bola. Begitu pula di Real. Bahkan, hukum di sana (Real) lebih tragis. Jika Anda gagal, tidak ada yang dapat menyelamatkanmu,” ucap Valdano saat sesi wawancara dengan Movistar.
Dalam konferensi pers seusai final Copa del Rey, Ancelotti sudah mengerti konsekuensinya saat gagal memenangi gelar. Terlebih kegagalan tersebut terjadi dalam El Clasico. “Apakah aku tetap bertahan di sini (Real)? Ini tentunya akan jadi masalah dalam beberapa pekan ke depan,” katanya seperti dikutip dari Marca.
Kegagalan kemarin juga ditandai tiga kartu merah yang diberikan wasit Ricardo de Burgos Bengoetxea kepada trio pemain Real seusai laga. Masing-masing bek tengah Antonio Rudiger, bek kanan Lucas Vazquez, dan gelandang Jude Bellingham.
Rudiger menerima kartu merah karena melempar botol minum ke arah wasit. Meski, jaraknya masih jauh dari wasit dan diklaim Rudiger sebagai rasa frustrasi alias bukan serangan ke De Burgos Bengoetxea. “Tidak ada alasan yang membenarkan perilakuku saat itu. Aku sangat menyesalinya dan aku meminta maaf kepada wasit,” kata Rudi, sapaan akrab Rudiger.
Sementara kartu merah Vazquez dan Bellingham karena protes berlebihan kepada wasit. Dalam sejarah El Clasico sedekade terakhir, ini kali pertama ada tiga kartu merah dalam satu laga. Tiga kartu merah terakhir terjadi dalam El Clasico di second leg Supercopa de Espana 2011.
Laga yang digelar di Estadio Camp Nou, Barcelona, tersebut juga dimenangi Barca dengan skor 3-2. Bedanya, saat itu hanya dua pemain Real yang terkena kartu merah dari wasit. Masing-masing bek kiri Marcelo dan gelandang serang Mesut Ozil. Satu kartu merah lagi untuk pemain Barca, striker David Villa. Kekalahan Real Madrid oleh FC Barcelona dalam final Copa del Rey kemarin (27/4) menjadi capaian terburuk Carlo Ancelotti bersama klub asuhannya di dua kali final dalam semusim. Pelatih berjuluk Don Carlo itu tidak pernah gagal dengan nirgelar sebelumnya. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO