Buka konten ini
Anambas (BP) – Penumpang kapal yang naik atau turun di Pelabuhan Tarempa, Anambas, mengeluhkan tidak adanya penerangan di sisi dermaga.
Padahal di setiap sisi dermaga terdapat tiang lampu yang tersedia. Namun lampu tersebut tidak menya-la.
“Ada lampu tapi tidak dinyalakan. Gelap sekali dermaga ini. Jujur saja, kita sangat sulit beraktivitas kalau kondisi gelap begini,” ujar seorang penumpang, Abdullah Ismail, Senin (7/4).
Menurut Abdullah, kondisi ini sudah berlangsung sejak beberapa minggu yang lalu. Bahkan, saat KM Bukit Raya mengangkut penumpang arus mudik pada 26 Maret lalu, kondisi dermaga gelap gulita.
“Beruntung pencahayaan dermaga ini dibantu dari lampu sorot milik KM Bukit Raya. Jadi terang, tak gelap. Tapi sebelum kapal datang, memang gelap kali bang,” kata Abdullah.
Keluhan atas padamnya lampu penerangan di dermaga Pelabuhan Tarempa, Anambas direspons baik oleh Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Syahbandar Kelas II Tarempa selaku penge-lola.
Kepala UPP Tarempa, Nelson Sianipar melalui stafnya, Darlis menjelaskan, pihaknya telah berusaha untuk menya-lakan kembali agar aktivitas di pelabuhan bisa berjalan normal.
”Kami sudah panggil petugas PLN, sudah dicoba untuk dihidupkan tapi tidak lama lampu itu menyala kemudian mati lagi,” ujar Darlis melalui sambungan seluler, Rabu, (9/4).
Bahkan, kata dia, waktu pemantauan arus balik lebaran oleh Bupati dan Kapolres Anambas pada Senin, 7 April lalu, kondisi lampu yang padam sempat dihidupkan. Namun tidak lama kemudian terjadi bunyi seperti ledakan kecil.
”Saya bukan tidak memikirkan kondisi ini. Dari awal padam sudah dipikirkan gimana cara agar pelayanan kepada penumpang bisa optimal,” terang Darlis.
Berdasarkan informasi yang diterima dari PLN, padamnya lampu penerangan ini dikarenakan adanya kerusakan jaringan kabel yang berada di bawah dermaga.
”Nanti kami turunkan tim agar melihat langsung kondisi kabel yang ada di bawah dermaga. Nanti dihitung berapa panjang kabel. Kalau memang harus diganti ya harus diganti,” tuturnya.
Jika kondisi kabel sudah tidak layak lagi, Syahbandar Tarempa menyatakan belum mampu untuk melakukan pergantian mengingat kondisi anggaran untuk tahun ini tidak memungkinkan.
”Pusing saya, kalau ganti. Anggaran belum ada tahun ini. Untuk sementara kita gunakan lampu dari senter dan bantuan lampu sorot dari kapal yang datang sebagai penerangan di dermaga,” katanya.
Darlis juga menerangkan kondisi lampu padam ini sudah berlangsung hampir dua pekan. Hal ini berawal dari adanya gesekan antara tenda posko pengaman terpadu dengan kabel jaringan. ”Semoga kondisi lampu ini bisa segera teratasi sehinggga pelayanan yang kami berikan kepada penumpang bisa maksimal,” kata Darlis. (*)
Reporter : Ihsan Imaduddin
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI