Buka konten ini
PARIS (BP) – Federasi Automobil Internasional atau FIA telah menyetujui aturan khusus untuk GP Monako F1 pada 25 Mei mendatang. Yakni, tiap pembalap harus menerapkan dua kali pit stop. Aturan tersebut dibuat sebagai respons karena balapan di sana dinilai semakin membosankan.
Contohnya terlihat jelas tahun lalu. Pembalap yang finis di posisi 10 besar urutannya sama persis dengan saat mereka memulai balapan. Hal itu disinyalir sebagai akibat dari ukuran dan berat mobil F1 yang semakin besar. Pembalap semakin kesulitan untuk melakukan aksi salip-menyalip di sirkuit jalanan sepanjang 3,4 km itu.
Mantan race engineer F1 Bernie Collins menilai aturan dua pit stop itu bisa menguntungkan pembalap yang berada di barisan belakang. Mereka bisa menyiasati aturan dengan langsung melakukan dua kali pit stop secara berurutan.
“Pikiran awal saya adalah jika saya menjadi yang terakhir di GP Monako, maka saya akan pit stop di lap pertama dan pit stop lagi di lap kedua sehingga tidak perlu melakukan pit stop lagi,” kata Collins seperti dikutip dari Independent.
“Saya akan bisa mendekati barisan paling belakang dan mudah-mudahan bisa mendahului yang lain saat mereka melakukan dua pit stop,” imbuhnya.
Meski begitu, kemungkinan situasi tersebut bisa dihindari dengan regulasi tambahan. Yakni aturan panjang stint (jumlah lap) minimal. Meski, aturan stint dianggap Collins juga membatasi tim melakukan variasi strategi. Akibatnya, balapan bisa berjalan membosankan,
“Di Qatar dua tahun lalu juga ada jeda minimum, tapi tidak berhasil karena benar-benar membatasi strategi,” kata Collins. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO