Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Menghabiskan waktu luang di rumah sering kali berujung pada kebiasaan menjemukan, seperti terus-menerus membaca berita negatif di media sosial atau menonton ulang serial yang sama berulang kali. Padahal, bagi seorang introvert atau siapa saja yang sedang belajar menikmati kesendirian (me-time), momen sepi ini bisa diubah menjadi aktivitas yang jauh lebih bermakna. Langkah awalnya adalah dengan mengalihkan fokus pada kegiatan santai yang merangsang motorik dan kreativitas tanpa tekanan sosial.
Seorang kreator konten yang juga seorang introvert, Devon Noehring, membagikan solusinya melalui enam pilihan hobi yang cepat, mudah dipelajari, sekaligus menyenangkan dilakukan sendirian. “Ini beberapa aktivitas kecil favoritku, dan ini cara sempurna untuk memperindah hari atau malam saat sendirian,” ungkap Noehring.
Menariknya, berbagai literatur kesehatan menunjukkan bahwa hobi-hobi taktis ini tidak hanya efektif mengusir kebosanan. Kegiatan ini terbukti secara medis mampu mengurangi stres, meningkatkan kesehatan otak, menjaga ketajaman memori, hingga memperbaiki kualitas tidur. Dikutip dari Your Tango, berikut adalah empat rekomendasi hobi nyaman yang bisa Anda coba di rumah:
1. Sulam (Embroidery)
Memulai aktivitas baru yang membutuhkan ketelitian seperti menyulam mungkin terlihat rumit pada awalnya. Namun, proses fokus saat memasukkan benang dan membentuk pola di atas kain justru menjadi sarana relaksasi yang luar biasa untuk melepas penat di penghujung hari yang berat.
Noehring menjelaskan bahwa setelah Anda memahami teknik dasarnya, peluang kreativitas yang ditawarkan sulaman sangat tidak terbatas. Anda bisa memanfaatkannya untuk mendaur ulang pakaian lama agar terlihat estetis atau membuat kerajinan tangan sebagai hadiah personal untuk orang terdekat. Bagi pemula, disarankan membeli starter kit sulaman siap pakai yang sudah dilengkapi instruksi, jarum, dan benang.
2. Diamond Painting
Jika Anda menyukai aktivitas menyusun sesuatu namun enggan berpikir keras, seni berlian adalah opsi yang sangat populer saat ini. Konsepnya mirip dengan melukis berdasarkan angka (paint by numbers), tetapi media warnanya digantikan oleh kristal atau berlian imitasi berukuran mini yang ditempelkan menggunakan pena khusus.
Meskipun membutuhkan kesabaran ekstra, aktivitas ini menuntut fokus tingkat tinggi yang efeknya menyerupai meditasi. Pikiran Anda dipaksa untuk hadir sepenuhnya di momen sekarang (mindfulness), sehingga kecemasan atau pikiran kalut yang mengganggu di dalam kepala bisa mereda dengan sendirinya.
3. Jurnal Kreatif dan Scrapbooking
Menulis jurnal konvensional terkadang terasa membebani karena ada tuntutan untuk merangkai kata demi kesehatan mental. Alternatifnya, Anda bisa menggabungkan seni scrapbooking dengan jurnal kreatif, yaitu memadukan foto kenangan, potongan gambar inspiratif, dengan catatan ringkas mengenai resolusi atau rasa syukur.
Kebiasaan ini membantu memusatkan perhatian pada diri sendiri sekaligus melatih otak untuk berpikir lebih positif. “Kita baru saja kehilangan seni foto dan kenangan yang nyata. Sungguh memuaskan memiliki buku kenangan atau album foto fisik untuk dilihat-lihat kembali,” kata Noehring. Hasil karya yang berwujud fisik ini memberikan kepuasan tersendiri yang memotivasi Anda untuk terus berkarya.
4. Teka-Teki dan Menyusun Balok
Mengisi waktu dengan menyusun teka-teki gambar (jigsaw puzzle) atau set Lego bukan sekadar permainan pengisi waktu luang. Aktivitas “berpusat pada membangun” ini telah terbukti secara klinis mampu mengatur suasana hati, menenangkan sistem saraf, serta melatih konsentrasi.
Hobi ini tergolong murah, mudah didapatkan, dan memiliki berbagai tingkat kesulitan yang bisa disesuaikan dengan ritme santai Anda. Bagi kelompok lanjut usia, rutin bermain teka-teki sangat direkomendasikan oleh para ahli medis karena efektif melindungi fungsi kognitif dan mencegah pikun (demensia). (***)
Laporan : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI
