Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Sebanyak 5.280 calon murid mendaftar dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SD dan SMP di Kota Tanjungpinang tahun ajaran 2026. Namun, Dinas Pendidikan (Disdik) Tanjungpinang mengungkapkan masih ada calon murid yang belum lolos karena keterbatasan daya tampung sekolah.
Dari total pendaftar tersebut, sebanyak 2.376 calon murid mendaftar di 50 SD negeri, sedangkan 2.904 lainnya mendaftar di jenjang SMP.
Kepala Disdik Tanjungpinang, Teguh Ahmad Syafari, mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan verifikasi dan pendataan untuk memastikan jumlah murid yang diterima maupun yang belum diterima.
”Memang ada calon murid yang belum diterima karena daya tampung sekolah yang dipilih sudah penuh,” kata Teguh.
Meski demikian, ia memastikan calon murid yang belum lolos masih memiliki kesempatan mengikuti SPMB tahap II setelah hasil seleksi diumumkan.
Menurut Teguh, mayoritas calon murid yang belum diterima berasal dari Kecamatan Tanjungpinang Timur. Wilayah tersebut menjadi lokasi sejumlah sekolah favorit sehingga jumlah pendaftar melebihi kapasitas yang tersedia.
”Calon murid yang belum diterima bisa memilih sekolah lain yang masih memiliki kuota. Misalnya SMP Negeri 17, SMP Negeri 12, dan SMP Negeri 16 yang masih menyediakan kursi,” ujarnya.
Ia menyebutkan, hingga saat ini masih tersedia sekitar 500 kursi kosong di sejumlah SMP di wilayah Tanjungpinang Timur. Karena itu, orang tua diminta tidak khawatir lantaran seluruh anak tetap memiliki kesempatan untuk bersekolah.
”Anak yang belum diterima tetap wajib bersekolah. Orang tua tidak perlu khawatir karena masih ada kuota yang tersedia,” tambahnya.
Sementara itu, Plt Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Novi Perdana Wari, mengatakan Disdik telah menyiapkan Rencana Daya Tampung (RDT) sebanyak 6.888 murid untuk SPMB tahun 2026.
Rinciannya, sebanyak 3.400 murid dialokasikan untuk jenjang SD yang tersebar di 106 rombongan belajar (rombel), sedangkan 3.488 murid ditampung di jenjang SMP dalam 86 rombel. (*)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GUSTIA BENNY