Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Indonesia mendorong penguatan kolaborasi antarnegara produsen kelapa sawit. Langkah ini untuk menciptakan industri minyak sawit yang berdaya saing, berkelanjutan, dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.
Hal itu disuarakan dalam Indonesia saat menjadi tuan rumah The 31st Senior Officials Meeting (SOM) of the Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) di Jakarta.
Pertemuan yang diselenggarakan secara hybrid tersebut dihadiri oleh delegasi negara anggota CPOPC, yaitu Indonesia, Malaysia, Honduras, Republik Demokratik Kongo, dan Papua Nugini, serta negara pengamat yang terdiri atas Ghana, Kolombia, dan Nigeria.
Delegasi Indonesia terdiri atas perwakilan Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian, serta Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).
Dalam pertemuan dibahas perkembangan program kerja CPOPC, penguatan riset dan komunikasi publik, pemberdayaan petani sawit, serta koordinasi dalam merespons isu perdagangan internasional, keberlanjutan, ketertelusuran rantai pasok, dan implementasi berbagai regulasi global, termasuk European Union Deforestation Regulation (EUDR).
”Pertemuan SOM CPOPC ke-31 menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan solidaritas negara-negara produsen minyak sawit dalam menghadapi berbagai tantangan global, baik di bidang perdagangan, keberlanjutan, maupun dinamika pasar,” ujar Senior Official CPOPC dari Indonesia, Dida Gardera, Kamis (2/7).
Indonesia menginginkan adanya tata kelola perdagangan minyak sawit yang adil, transparan, berbasis bukti ilmiah, dan tidak diskriminatif. Sebab, komoditas ini bisa menjadi sumber energi yang berdampak besar.
Sebagai lembaga yang mengelola dana perkebunan, BPDP mendukung berbagai program strategis pengembangan sektor kelapa sawit nasional. Antara lain Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), pengembangan sumber daya manusia, riset dan inovasi, promosi, pembangunan sarana dan prasarana perkebunan, serta program mandatori biodiesel.
Penyelenggaraan The 31st Senior Officials Meeting CPOPC di Jakarta diharapkan menghasilkan berbagai rekomendasi strategis yang semakin memperkuat koordinasi antarnegara anggota dalam menghadapi dinamika global. Hasil pertemuan ini juga diharapkan menjadi landasan bagi penguatan kerja sama internasional dalam mendukung industri minyak sawit yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI