Buka konten ini

MADRID (BP) – Para ahli meteorologi Spanyol mengatakan bahwa Selasa (23/6) berpotensi menjadi hari terpanas sepanjang Juni, akibat fenomena kubah panas (heat dome) yang mendorong suhu melonjak hingga di atas 40 derajat Celsius di sebagian besar wilayah negara tersebut.
Badan Meteorologi Spanyol (AEMET) bahkan telah mengeluarkan peringatan tingkat tertinggi di sejumlah wilayah, termasuk Andalusia, Basque, dan Cantabria. Di kawasan tersebut, suhu diperkirakan dapat mencapai 44 derajat Celsius.
Sekitar 17 dari 50 ibu kota provinsi di Spanyol juga diperkirakan mengalami suhu di atas 40 derajat Celsius. Kondisi ini diperparah dengan fenomena malam tropis, yakni ketika suhu tidak turun di bawah 20 derajat Celsius, sehingga bangunan sulit mendingin pada malam hari.
“Selasa bisa menjadi hari terpanas yang pernah tercatat pada Juni dan mendekati rekor hari terpanas sepanjang sejarah,” kata meteorolog RTVE, Marc Santandreu.
Gelombang panas sendiri telah berlangsung sejak Minggu dan disebut telah memecahkan sejumlah rekor suhu di beberapa wilayah.
AEMET mencatat, suhu malam hari di sebagian wilayah tenggara Spanyol tetap berada di atas 30 derajat Celsius selama tiga hari berturut-turut. Peristiwa ini disebut belum pernah terjadi sebelumnya pada Juni di Semenanjung Iberia.
Kota Palma de Mallorca juga mencatat malam terpanas pada Juni dalam sejarah pengamatan cuaca di wilayah tersebut.
Gelombang panas ekstrem ini dipicu oleh kubah panas yang menutupi sebagian besar Eropa Barat, disertai masuknya massa udara sangat panas dan kering dari Gurun Sahara ke arah utara.
Menurut AEMET, kombinasi sistem tekanan tinggi di daratan Eropa dan tekanan rendah di sebelah barat Semenanjung Iberia mendorong massa udara panas dari Afrika Utara bergerak ke wilayah utara.
Berdasarkan analisis Climate Shift Index, perubahan iklim disebut membuat kemungkinan terjadinya gelombang panas ekstrem ini setidaknya lima kali lebih besar.
Kombinasi pola cuaca tersebut dan intensitas radiasi matahari musim panas diperkirakan akan menghasilkan suhu ekstrem yang bertahan hingga pertengahan pekan.
Sejumlah negara Eropa lainnya, seperti Prancis, Italia, Swiss, Luksemburg, Belanda, dan Inggris, juga telah mengeluarkan peringatan tingkat tertinggi terkait cuaca panas ekstrem. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY