Buka konten ini

BINTAN (BP) – Keselamatan pelayaran tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Seluruh elemen masyarakat maritim, mulai dari pemilik kapal, nakhoda, nelayan hingga pengguna jasa transportasi laut, harus memiliki kesadaran dan tanggung jawab yang sama dalam menciptakan pelayaran yang aman.
Pesan itu disampaikan Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Triono, saat menghadiri kampanye keselamatan pelayaran di Gedung Sarotama, Pangkalan PLP Tanjunguban, Bintan, Selasa (23/6).
Menurut Triono, budaya keselamatan pelayaran harus dibangun secara berkelanjutan melalui kepatuhan terhadap aturan dan standar keselamatan dalam setiap aktivitas di laut.
Ia juga mendorong seluruh unit pelaksana teknis, termasuk Pangkalan PLP Tanjunguban, untuk terus meningkatkan pengawasan serta memberikan pembinaan dan edukasi kepada masyarakat maritim.
Selain itu, setiap aktivitas pelayaran wajib dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk tidak mengangkut penumpang maupun muatan melebihi kapasitas yang ditetapkan.
”Budaya keselamatan pelayaran harus dibangun dengan menerapkan standar keselamatan di setiap aktivitas pelayaran,” ujar Triono.
Perwakilan Pemerintah Kecamatan Bintan Utara, Daeng Ibrahim, mengakui sebagian nelayan telah terbiasa menghadapi kondisi laut. Namun, cuaca dan gelombang tetap menjadi faktor risiko yang tidak dapat diprediksi.
Karena itu, ia mengingatkan para nelayan agar tidak mengabaikan aspek keselamatan saat melaut, termasuk memperhatikan kapasitas muatan kapal dan menggunakan perlengkapan keselamatan.
Menurut Daeng, pemerintah dan instansi terkait selama ini rutin membagikan life jacket kepada nelayan. Namun, tingkat penggunaannya di lapangan masih tergolong rendah.
”Saya menyarankan nelayan yang turun melaut, termasuk yang bekerja di kelong, agar mempersiapkan diri dengan alat keselamatan pelayaran,” katanya.
Hal serupa disampaikan petugas lapangan, Aris. Ia menilai kesadaran sebagian masyarakat maritim terhadap pentingnya alat keselamatan masih perlu ditingkatkan.
”Kita rutin membagikan life jacket, tetapi beberapa hari kemudian tidak digunakan. Kemungkinan karena merasa risih saat memakainya,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Triono meminta petugas patroli terus melakukan pendekatan persuasif dan mengingatkan masyarakat maritim mengenai pentingnya penggunaan alat keselamatan pelayaran, terutama life jacket.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pangkalan PLP Tanjunguban, Alfaizul, menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama bagi setiap masyarakat yang beraktivitas di laut.
Ia juga mengajak seluruh jajaran untuk terus menjunjung tinggi integritas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
”Kami berharap komitmen terhadap keselamatan pelayaran dan pelayanan yang berintegritas dapat terus ditingkatkan,” ujarnya.
Kampanye keselamatan pelayaran tersebut ditutup dengan penyerahan 150 life jacket dan 70 paket sembako kepada masyarakat maritim yang hadir. (***)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GUSTIA BENNY