Buka konten ini


BATAM (BP) – Kapal Motor (KM) Batam Indah 9 dilaporkan tenggelam di perairan Batam, Selasa (23/6). Seluruh anak buah kapal (ABK) berhasil selamat setelah mendapat pertolongan dari kapal yang melintas dan dievakuasi oleh unsur TNI Angkatan Laut (TNI AL).
Informasi awal mengenai kejadian tersebut diterima dari Coast Guard Singapura. Dalam laporan yang diterima, KM Batam Indah 9 tenggelam di posisi koordinat 01°12.097’ LU dan 103°53.708’ BT. Saat kejadian, kapal diketahui sedang berlayar dari Sekupang menuju Singapura dengan membawa muatan komponen elektronik.
Rekaman video yang diterima Batam Pos memperlihatkan detik-detik kapal mulai tenggelam.
Dalam video tersebut terdengar suara seorang awak kapal meminta pertolongan.
”Tenggelam kapal, Wak. Wak… habis-habis,” ujar perekam video. Ia juga menyebut seluruh barang di dalam kapal telah tenggelam dan meminta bantuan segera.
Berdasarkan siaran pers Dispen Kodaeral IV, kapal diduga mengalami kebocoran pada bagian buritan akibat kondisi kayu lambung yang telah lapuk. Air laut yang masuk secara terus-menerus membuat kapal kehilangan daya apung hingga akhirnya tenggelam.
”TNI Angkatan Laut jajaran Satrol Kodaeral IV melalui KAL Mapor menunjukkan respons cepat dalam penanganan kecelakaan laut yang menimpa KM Batam Indah 9 di perairan Batam,” demikian keterangan dalam siaran pers Dispen Kodaeral IV.
Menerima informasi tersebut, KAL Mapor segera bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan area, memastikan kondisi korban, sekaligus mengawal proses evakuasi.
Sebelum unsur TNI AL tiba di lokasi, seluruh ABK lebih dahulu dievakuasi ke LCT Ayu 68 oleh kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian.
”Selanjutnya seluruh ABK KM Batam Indah 9 dipindahkan dari LCT Ayu 68 ke KAL Mapor untuk dibawa menuju Dermaga Kodaeral IV Batam guna mendapatkan pemeriksaan kesehatan oleh tim Diskes Kodaeral IV,” tulis Dispen Kodaeral IV.
Dari hasil pemeriksaan kesehatan, seluruh ABK dinyatakan selamat dan dalam kondisi sehat. Delapan awak kapal yang berhasil diselamatkan masing-masing Adenan (47) selaku nakhoda, Dedi Santoso (30), Zulkipli (55), Sumantri (55), Azwar (39), Murdin Siregar (50), Lukman (40), dan M. Pirnando (26).
Dispen Kodaeral IV menegaskan peristiwa tersebut menjadi bukti kesiapsiagaan unsur-unsur TNI AL dalam memberikan bantuan kemanusiaan di wilayah perairan Kepulauan Riau.
”Kejadian ini menjadi bukti kesiapsiagaan unsur-unsur TNI Angkatan Laut jajaran Kodaeral IV dalam melaksanakan tugas kemanusiaan serta memberikan bantuan cepat terhadap kecelakaan laut yang terjadi di wilayah perairan Kepulauan Riau,” bunyi siaran pers Dispen Kodaeral IV.
Berada di Jalur Tersibuk Dunia, Lokasi Diamankan
Tenggelamnya KM Batam Indah 9 tidak hanya menjadi perhatian karena terjadi di perairan Batam. Lokasi kapal karam berada di jalur pelayaran internasional Traffic Separation Scheme (TSS) Selat Malaka dan Selat Singapura yang merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam, Takwin Masuku, mengatakan pihaknya segera mengambil langkah pengamanan setelah menerima laporan kecelakaan laut tersebut.
Selain mengerahkan Kapal Negara KN P 376 menuju lokasi kejadian, KSOP juga berkoordinasi dengan KAL Mapor Kodaeral Batam, LCT Ayu 68, serta unsur masyarakat dan nelayan yang berada di sekitar lokasi.
Menurut Takwin, pengamanan lokasi diperlukan untuk mengantisipasi gangguan terhadap keselamatan pelayaran mengingat posisi tenggelamnya kapal berada di jalur yang setiap hari dilintasi kapal-kapal internasional.
”Selain memastikan seluruh awak kapal selamat, kami juga melakukan pemantauan lokasi tenggelamnya kapal untuk mengantisipasi potensi gangguan terhadap keselamatan pelayaran maupun dampak lainnya,” ujarnya.
KSOP juga berkoordinasi dengan Vessel Traffic Services (VTS) Batam untuk memantau aktivitas pelayaran di sekitar lokasi kejadian. Peringatan navigasi turut disampaikan melalui VHF Channel 16 kepada kapal-kapal yang melintas agar meningkatkan kewaspadaan.
Takwin mengatakan hingga kemarin penanganan pascakejadian masih terus dilakukan. KSOP bersama instansi terkait juga terus memantau kondisi di sekitar lokasi guna memastikan aktivitas pelayaran tetap berlangsung aman.
”Prioritas utama adalah menjaga keselamatan pelayaran serta memastikan tidak ada dampak yang membahayakan pengguna alur pelayaran internasional,” katanya.
Diduga Bocor di Perairan Perbatasan
Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang menduga KM Batam Indah 9 tenggelam akibat mengalami kebocoran saat berada di perairan perbatasan Indonesia-Singapura.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, Fazzli, mengatakan kapal tenggelam di posisi koordinat 01°12.097’ LU dan 103°53.708’ BT pada Selasa (23/6) pagi.
Menurut dia, informasi awal yang diterima menyebutkan kapal mengalami kebocoran saat berada di wilayah perairan perbatasan sehingga tidak mampu mempertahankan daya apungnya.
”Kapal tenggelam di perairan perbatasan Batam-Singapura akibat mengalami kebocoran,” kata Fazzli.
Setelah menerima laporan kejadian, SAR Tanjungpinang langsung melakukan precom dan excom serta berkoordinasi dengan Coast Guard Singapura, VTS Batam, dan Pos SAR Batam guna memastikan proses penyelamatan berjalan cepat.
Koordinasi tersebut dilakukan karena lokasi kejadian berada di perairan yang menjadi jalur pelayaran internasional dan berbatasan langsung dengan wilayah Singapura.
Fazzli memastikan seluruh kru kapal berhasil diselamatkan dan dievakuasi ke Batam.
”Kru kapal Batam Indah 9 yang berjumlah delapan orang sudah berhasil dievakuasi oleh kapal Ayu 68 ke Sekupang, Batam, dalam keadaan selamat,” ujarnya.
Hingga kemarin, penyebab pasti tenggelamnya KM Batam Indah 9 masih dalam proses pendalaman oleh instansi terkait. (*)
Reporter : EUSEBIUS SARA – RENGGA YULIANDRA – MOHAMAD ISMAIL
Editor : RATNA IRTATIK