Buka konten ini

BINTAN (BP) – Video yang menyebut adanya aksi begal di kawasan Jembatan 1 Lintas Barat, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Namun setelah dilakukan penyelidikan, Polres Bintan memastikan informasi tersebut tidak benar atau hoaks.
Dalam video yang beredar, perekam menyebut lokasi kejadian berada di sekitar kawasan dekat Kantor Bupati Bintan. Bahkan disebutkan pula bahwa korban tengah menjalani perawatan di rumah sakit akibat aksi kejahatan tersebut.
Kasi Humas Polres Bintan AKP H.P. Bako menegaskan tidak pernah terjadi peristiwa begal sebagaimana narasi yang beredar di media sosial.
“Tidak ada peristiwa begal seperti yang beredar di media sosial,” ujar Bako, Rabu (17/6).
Ia menjelaskan, Unit Opsnal Satreskrim Polres Bintan langsung bergerak melakukan penyelidikan setelah menerima informasi terkait video viral tersebut pada Minggu (14/6) malam.
Petugas kemudian melakukan pemetaan lokasi yang disebut dalam video dan mendatangi rumah sakit untuk memastikan identitas korban yang dikabarkan menjadi sasaran begal.
Hasil penyelidikan yang dilakukan pada Senin (15/6) sekitar pukul 13.00 WIB menunjukkan bahwa informasi tersebut tidak benar. Polisi bahkan mendatangi alamat yang disebut sebagai tempat tinggal korban di Kampung Bugis, Jalan Abdul Rahman Gang Kasturi RT 006/RW 003, Kota Tanjungpinang.
“Dari hasil interogasi dan klarifikasi, dipastikan tidak ada tindak pidana begal sebagaimana yang disebutkan dalam video viral tersebut,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, Polres Bintan juga membuat video klarifikasi untuk meluruskan informasi yang telah beredar luas di tengah masyarakat. Langkah tersebut dilakukan guna mencegah munculnya keresahan akibat penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Bako mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Sementara itu, M. Daffa Putra Abiziri, 17, yang sebelumnya disebut sebagai korban, mengakui bahwa cerita pembegalan tersebut merupakan rekayasa yang dibuatnya sendiri.
Daffa mengaku sengaja membuat cerita tersebut untuk menarik perhatian orang tuanya.
“Hingga saat ini saya dalam keadaan baik. Tidak ada uang maupun barang saya yang diambil orang lain,” ujarnya.
Atas perbuatannya, Daffa menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena telah menimbulkan kegaduhan.
“Atas beredarnya video viral tersebut, saya mohon maaf kepada seluruh masyarakat Bintan dan Tanjungpinang karena telah menimbulkan kegaduhan dan kekhawatiran,” tutupnya. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GUSTIA BENNY