Buka konten ini

BATUAJI (BP) – Penanganan kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan driver ojek online dan debt collector (DC) di Kecamatan Batuaji, Batam, masih terus bergulir, dengan polisi menunggu hasil visum korban untuk melengkapi proses penyelidikan.
Kapolsek Batuaji AKP Bayu Rizki Subagyo mengatakan, laporan dari kedua belah pihak tetap diproses dan penyidik telah meminta keterangan sejumlah saksi guna mengungkap kronologi kejadian.
“Laporan tetap berlanjut dan saat ini kami masih menunggu hasil visum para korban,” ujar Bayu, Minggu (24/5).
Dari keterangan awal, baik pihak driver ojek online maupun debt collector sama-sama mengaku menjadi korban penganiayaan, terutama di bagian wajah. Polisi juga telah memeriksa sedikitnya empat saksi untuk mendalami peristiwa tersebut.
“Kami sudah memeriksa beberapa saksi dan seluruh proses masih berjalan. Semua keterangan dan bukti akan kami dalami terlebih dahulu,” katanya.
Insiden tersebut bermula dari kesalahpahaman saat proses penarikan sepeda motor milik seorang driver ojek online di kawasan Planet Futsal, Batuaji. Kendaraan itu diketahui menunggak cicilan selama lima bulan.
Situasi yang awalnya hanya melibatkan debt collector dan pemilik kendaraan kemudian memanas setelah sejumlah rekan driver online mendatangi lokasi. Ketegangan antarkedua kelompok pun meningkat hingga berujung keributan dan dugaan aksi saling aniaya.
Upaya mediasi sebenarnya sempat dilakukan aparat kepolisian untuk meredam situasi. Namun, emosi kedua belah pihak terus terpancing sehingga bentrokan tidak dapat dihindari.
“Semuanya masih berproses. Untuk perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan,” tegas Bayu.
Sebelumnya, keributan antara Komunitas Andalan Driver Online (Komando) dan sejumlah debt collector pecah di kawasan Batuaji pada Minggu (17/5) malam. Peristiwa tersebut sempat menarik perhatian warga karena melibatkan massa dari kedua kelompok dan membuat situasi di sekitar lokasi memanas. (*)
Reporter : YOFI YUHENDRI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO