Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Desa Bayat, Kecamatan Siantan Utara, Kabupaten Kepulauan Anambas, tak lagi terisolir setelah akses jalan penghubung menuju Desa Piasan berhasil dibuka melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 0318/Natuna.
Jalan sepanjang 2,5 kilometer tersebut menjadi akses darat pertama yang menghubungkan Desa Bayat dengan wilayah sekitar. Sebelumnya, warga hanya mengandalkan jalur laut untuk keluar masuk desa.
Pembukaan jalan itu tidak dilakukan dengan mudah. Medan berbukit dan cukup berat membuat proses pengerjaan membutuhkan tenaga ekstra dari prajurit TNI bersama masyarakat setempat.
Selama ini, warga yang hendak menuju Desa Piasan harus menyusuri garis pantai menggunakan perahu kecil karena belum tersedia akses jalan darat yang memadai.
Melalui program TMMD, keterisolasian yang selama bertahun-tahun dirasakan masyarakat Desa Bayat akhirnya berhasil dibuka.
Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, mengatakan masyarakat kini bisa menikmati akses transportasi yang lebih aman dan mudah berkat kerja keras prajurit TNI AD.
“Penantian masyarakat Bayat akhirnya terbayarkan. Dulu desa ini benar-benar terisolir karena hanya bisa diakses lewat laut,” ujar Aneng saat meninjau lokasi, Kamis (21/5).
Menurutnya, kondisi cuaca selama ini menjadi tantangan besar bagi masyarakat, terutama saat musim utara melanda perairan Anambas.
“Kalau angin musim utara dan gelombang kencang, masyarakat Bayat tidak bisa keluar. Jadi benar-benar terisolir,” katanya.
Aneng meyakini keberadaan jalan penghubung tersebut akan memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di Siantan Utara.
Akses darat yang terbuka dinilai akan mempermudah distribusi bahan pokok, hasil laut, hingga mobilitas masyarakat sehari-hari.
Selain itu, jalan baru tersebut juga mendukung pelayanan listrik bagi masyarakat Desa Bayat. Selama ini mesin PLN berada di wilayah Mubur sehingga akses jalan sangat dibutuhkan untuk menunjang operasional dan distribusi.
“Sekarang listrik di Bayat juga bisa lebih maksimal sampai 24 jam karena akses sudah terbuka,” ujar Aneng.
Sementara itu, Inspektur Kodam XIX/Tuanku Tambusai, Brigjen TNI Totok Sutriono, mengatakan program TMMD tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur jalan, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Menurutnya, prajurit Kodim 0318/Natuna turut merehabilitasi rumah tidak layak huni serta membangun fasilitas sanitasi dan air bersih untuk warga.
“Ada lima rumah direhab dan tiga unit kamar mandi cuci kakus (MCK) yang dibangun prajurit,” kata Totok.
Selain itu, prajurit TNI juga melakukan pipanisasi air bersih ke kawasan permukiman warga agar kebutuhan air masyarakat dapat terpenuhi lebih baik.
Totok berharap seluruh hasil pembangunan melalui program TMMD dapat dijaga dan dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.
“Kami berharap apa yang sudah dibangun ini bisa dijaga bersama-sama sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam waktu lama,” ujarnya. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GUSTIA BENNY