Buka konten ini

JAKARTA (BP) – AirAsia X Berhad memperkuat strategi peningkatan profitabilitas dan efisiensi bisnis di tengah tantangan pasar global dengan memesan 150 unit pesawat Airbus A220-300 senilai sekitar 19 miliar dolar AS.
CEO AirAsia Group Bo Lingam mengatakan, armada baru tersebut akan membantu perusahaan memperluas jaringan penerbangan sekaligus meningkatkan frekuensi layanan dengan biaya operasional yang lebih efisien.
“Pesawat ini memungkinkan kami membangun jaringan yang lebih luas dengan frekuensi penerbangan yang lebih tinggi, sekaligus mendukung efisiensi operasional yang lebih baik,” kata Bo dalam keterangannya seperti dikutip dari Antara, Senin (11/5).
Dalam kesepakatan tersebut, AirAsia juga memperoleh opsi penambahan pemesanan hingga total mencapai 300 pesawat keluarga A220 sesuai kebutuhan ekspansi grup pada masa mendatang.
Bo menjelaskan AirAsia menjadi maskapai pertama di dunia yang mengoperasikan konfigurasi terbaru Airbus A220 dengan kapasitas 160 kursi. Armada itu diproyeksikan menjadi tulang punggung generasi baru pesawat AirAsia karena dinilai lebih efisien serta cocok untuk rute dengan permintaan penumpang menengah agar tetap menghasilkan keuntungan optimal.
Menurut dia, fleksibilitas kapasitas A220 memungkinkan maskapai lebih mudah menyesuaikan jumlah kursi dengan kondisi pasar sekaligus meningkatkan frekuensi penerbangan pada rute yang sudah beroperasi.
Dengan tambahan frekuensi tersebut, pelanggan akan mendapatkan lebih banyak pilihan jadwal penerbangan setiap hari, konektivitas antarrute yang lebih baik, serta pengalaman Fly-Thru yang lebih nyaman.
Selain itu, Airbus A220 dinilai mampu mendukung pencapaian profitabilitas meski jumlah penumpang lebih sedikit dibandingkan pesawat narrow-body berkapasitas besar lainnya.
Kondisi ini membuka peluang pengembangan rute di pasar berkembang dengan permintaan yang masih terbatas maupun pengoperasian hub sekunder yang sebelumnya belum dianggap layak secara bisnis.
“A220 akan menjadi pondasi penting dalam fase pertumbuhan berikutnya dan mendukung visi kami membangun jaringan maskapai berbiaya hemat pertama yang benar-benar terhubung secara global,” ujar CEO Capital A sekaligus Advisor AirAsia Group Tony Fernandes.
Pengiriman armada baru dijadwalkan dimulai pada 2028 dan akan digunakan untuk melayani berbagai rute di kawasan ASEAN hingga Asia Pasifik. Kehadiran A220 juga memberi keleluasaan lebih besar dalam pengaturan armada AirAsia. Pesawat A320 dan A321 nantinya akan difokuskan untuk penerbangan jarak menengah di Asia Pasifik, sementara armada A330 diarahkan melayani rute jarak jauh menuju Eropa, Australia, dan Amerika Utara. (***)
Laporan : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI