Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) melihat Pulau Penyengat, Tanjungpinang, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan ekonomi berbasis budaya dan sejarah Melayu.
Pengembangan tersebut dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.
Direktur Perencanaan Peningkatan Produktivitas dan Pembangunan Tematik Bappenas, Uke Mohammad Hussein, mengatakan pihaknya saat ini memiliki tiga fokus pengembangan tematik, yakni ekonomi hijau, ekonomi biru, dan ekonomi oranye yang berkaitan dengan budaya serta ekonomi kreatif.
Menurut dia, Pulau Penyengat memiliki kekuatan besar di sektor pariwisata budaya yang dapat dikembangkan lebih luas.
“Tur yang dilakukan bukan sekadar melihat situs sejarah, tetapi ada storytelling dan pewarisan nilai kepada generasi penerus. Budaya itu bisa dimonetisasi melalui kegiatan tourism,” ujar Uke saat berkunjung ke Pulau Penyengat, Kamis (7/5).
Ia menilai pengembangan wisata budaya tidak cukup hanya menghadirkan situs sejarah, tetapi juga perlu diperkuat dengan narasi budaya dan pengalaman wisata yang lebih utuh bagi pengunjung.
Karena itu, setiap situs budaya di Pulau Penyengat didorong memiliki informasi sejarah, narasi budaya, serta paket wisata yang terstruktur.
“Kalau mau ke mana pun situsnya, informasi sejarah dan storytelling-nya sudah siap. Tadi masih ada beberapa situs yang belum punya storytelling,” katanya.
Selain situs sejarah, Uke juga menilai kuliner khas Pulau Penyengat memiliki potensi besar untuk diperkenalkan lebih luas sebagai identitas daerah.
“Kuliner khas yang bisa diangkat dan dipasarkan sehingga orang tahu ciri khas Penyengat,” ujarnya.
Ia berharap adanya sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, dan Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam memperkuat pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya di Pulau Penyengat.
“Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya warga lokal,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tanjungpinang, Muhammad Nazri, menyambut baik perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan Pulau Penyengat.
Menurut dia, Pulau Penyengat memiliki potensi besar menjadi kawasan unggulan ekonomi kreatif berbasis budaya di Kepri.
“Pulau Penyengat memiliki potensi besar menjadi kekuatan ekonomi kreatif berbasis budaya di Kepri,” kata Nazri. (*)
Reporter : YUSNADI NAZAR
Editor : GUSTIA BENNY