Buka konten ini

PARTISIPASI Lionel Messi bersama Argentina dalam Piala Dunia 2026 sempat mengundang tanda tanya. Dengan usia menapak 38 tahun, Messi disebut mulai tidak kompetitif dan mudah cedera. Namun, uji coba internasional melawan Zambia di La Bombonera, Buenos Aires, pagi ini (1/4) bisa jadi indikasi La Pulga alias Si Kutu –julukan Messi– siap main dalam Piala Dunia di Kanada-Amerika Serikat-Meksiko pada 12 Juni–20 Juli nanti.
Entrenador Argentina Lionel Scaloni telah menggaransi bahwa Messi akan turun sebagai starter lawan Zambia. Laga tersebut jadi laga terakhir La Albiceleste –julukan Argentina–sebelum batas terakhir penentuan skuad Piala Dunia (30/5). Laga pertama Argentina di Piala Dunia adalah lawan Aljazair di Arrowhead Stadium, Kansas City, 16 Juni nanti.
’’Leo (sapaan akrab Messi, Red) akan jadi starter,’’ tegas Scaloni seperti dilansir dari Marca.
’’Ide kami adalah mempertahankan skema dasar kami dengan memainkan dua striker,’’ sambung Scaloni dalam sesi konferensi pers di Ezeiza –kamp latihan Argentina.
Messi sebelumnya hanya main sebagai pengganti saat Argentina menekuk Mauritania 2-1 dalam uji coba di La Bombonera pada Sabtu (28/3) pagi. ’’Dia (Messi) akan menikmatinya (Piala Dunia) tanpa tekanan,’’ tegas Scaloni.
Psywar tentang CR7
Meski hanya berlabel uji coba, Zambia yang memiliki ranking ke-91 FIFA (bandingkan dengan Argentina yang ranking kedua FIFA) bertekad membuat laga pagi ini kompetitif. Seperti psywar dari kapten sekaligus wide attacker Zambia, Fashion Sakala.
Diwawancarai surat kabar Argentina, Ole!, Sakala membandingkan antara Messi dengan kapten timnas Portugal, Cristiano Ronaldo. Secara terang-terangan, dia menyebut CR7 –julukan Cristiano Ronaldo– lebih baik dari La Pulga. ’’Messi salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepakbola dunia. Aku pun sangat menghormatinya. Dia berpengaruh besar kepada anak muda. Bahkan, dia juga berpengaruh di Afrika. Tetapi, aku jelas lebih menyukai CR7,’’ kata Sakala.
AFA Tersandung Skandal Penggelapan Pajak
Ketika Messi dkk sedang bersiap menuju ke Piala Dunia, skandal terjadi di Federasi Sepak Bola Argentina (AFA). Termasuk di dalamnya, Presiden AFA Claudio Tapia. Laporan surat kabar EFE menyebutkan, Tapia diduga menggelapkan pajak dan sumber daya jaminan sosial. Penyitaan asetnya mencapai 350 juta peso atau Rp 4,2 miliar.
Selain Tapia, petinggi dan mantan petinggi AFA juga terjerat. Antara lain Gustavo Roberto Lorenzo selaku direktur jenderal, Pablo Toviggino (bendahara), Cristian Ariel Malaspina (sekjen), dan Victor Blanco Rodriguez (mantan direktur). Keempatnya diperiksa aparat berwenang saat ini. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO