Buka konten ini

BINTAN (BP) – Program makan bergizi gratis (MBG) di Kecamatan Seri Kuala Lobam kembali tersendat. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat menunda distribusi kepada penerima manfaat sejak Selasa (31/3).
Penundaan ini dipicu dua persoalan utama: ketiadaan tenaga ahli gizi dan keterbatasan air bersih akibat kekeringan yang melanda wilayah tersebut.
Padahal, sebelumnya SPPG yang berlokasi di Jalan Indunsuri, Kelurahan Tanjung Permai itu sempat dihentikan sementara operasionalnya oleh Badan Gizi Nasional (BGN) karena dugaan penyajian menu yang tidak sesuai.
Setelah melalui evaluasi, layanan tersebut kembali diaktifkan. Namun kini, distribusi kembali terhenti.
Berdasarkan surat edaran yang beredar, tidak adanya tenaga ahli gizi menjadi salah satu penyebab utama penundaan. Di sisi lain, krisis air turut menghambat proses persiapan hingga pendistribusian makanan.
Distribusi MBG akan kembali dilakukan setelah kondisi memungkinkan dan tenaga ahli gizi tersedia.
Salah satu orang tua penerima manfaat, Adi, mengaku anaknya sudah dua hari tidak menerima MBG. Ia baru mengetahui penundaan tersebut setelah menerima informasi melalui surat edaran.
“Katanya ahli gizinya sudah tidak ada, ditambah air juga sulit. Rencananya mau pakai tangki untuk suplai air,” ujarnya.
Ia berharap persoalan yang dihadapi SPPG Seri Kuala Lobam dapat segera diatasi, sehingga distribusi MBG kembali berjalan normal.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPPG Seri Kuala Lobam belum memberikan keterangan resmi. Kepala SPPG, Rizki Sembiring, maupun Koordinator MBG Kabupaten Bintan, Pina Deli, belum memberikan tanggapan terkait penundaan tersebut. (*)
Reporter : Slamet Nofasusanto
Editor : GUSTIA BENNY