Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam sepekan terakhir berdampak pada menyusutnya nilai kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia. Sepanjang periode perdagangan 9–13 Maret, IHSG melemah 5,91 persen ke level 7.137,2 dari posisi 7.585,6 pada pekan sebelumnya. sehingga membuat kapitalisasi pasar berkurang hingga Rp949 triliun.
Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan, sejalan dengan IHSG, kapitalisasi pasar (market cap) BEI turun sebesar 6,96 persen menjadi Rp 12.678 triliun dari Rp 13.627 triliun pada pekan sebelumnya.
“Perubahan juga terjadi pada rata-rata volume transaksi harian BEI pekan ini sebesar 25,49 persen menjadi 31,55 miliar lembar saham dari 42,34 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya,” kata Kautsar dalam siaran pers BEI, Minggu (15/3).
Rata-rata frekuensi transaksi harian BEI turut berubah sebesar 31,5 persen menjadi 1,8 juta kali transaksi dari 2,7 juta kali transaksi pada penutupan pekan sebelumnya.
Sementara rata-rata nilai transaksi harian BEI juga berubah sebesar 31,1 persen menjadi Rp 17,2 triliun dari Rp 24,9 triliun pada pekan sebelumnya.
Adapun investor asing pada Jumat (12/3) mencatatkan nilai jual bersih Rp 117,1 miliar dan sepanjang tahun 2026 ini investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 8,8 triliun. Terpisah, IHSG diperkirakan masih bergerak terbatas dan cenderung melemah pada awal pekan depan. Sentimen global dan domestik masih menjadi faktor utama yang mempengaruhi pergerakan pasar.
Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mengatakan, IHSG berpotensi bergerak melemah setelah sebelumnya mengalami breakdown dari area support penting di level 7.250. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI