Buka konten ini

JAKARTA (BP) – PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP:IJ) atau Paradise Indonesia memanfaatkan momentum Ramadan dan Lebaran 2026 sebagai katalis pertumbuhan kinerja segmen hospitality. Perusahaan yang dikenal melalui pengembangan properti ikonik di sektor perhotelan, komersial, dan properti gaya hidup ini optimistis periode libur panjang akan mendorong peningkatan okupansi hotel di berbagai destinasi utama.
Portofolio Paradise Indonesia yang tersebar di kota-kota wisata dan bisnis seperti Bali, Bandung, dan Jakarta menjadi kekuatan utama perusahaan dalam menangkap lonjakan mobilitas masyarakat selama musim mudik dan liburan Lebaran.
Perseroan memperkirakan momentum ini akan berdampak positif terhadap performa operasional perhotelan pada kuartal berjalan, sekaligus mendukung target pertumbuhan perusahaan sepanjang tahun 2026.
Berdasarkan laporan keuangan terakhir per September 2025, segmen properti Paradise Indonesia mencatat pertumbuhan 7,7% secara tahunan (year-on-year/YoY) dengan kontribusi pendapatan mencapai Rp457,1 miliar. Kinerja tersebut menjadi fondasi optimisme perusahaan dalam menghadapi peningkatan permintaan selama periode Ramadan hingga Lebaran.
Presiden Direktur & CEO Paradise Indonesia, Anthony P. Susilo, menyampaikan bahwa strategi pertumbuhan perusahaan tetap difokuskan pada ekspansi terukur serta penguatan konsep lifestyle pada setiap proyek yang dikembangkan.
“Paradise Indonesia optimistis dapat terus tumbuh berkelanjutan melalui pengembangan ekspansi secara terukur di wilayah potensial, serta memanfaatkan keunggulan proyek gaya hidup ikonik di setiap bangunan kami,” ujar Anthony dilansir propetynbank.
Periode Lebaran secara historis menjadi salah satu pendorong utama industri hospitality nasional. Tingginya mobilitas masyarakat dan peningkatan aktivitas wisata domestik membuka peluang peningkatan tingkat hunian hotel, khususnya di destinasi wisata favorit.
Paradise Indonesia melihat tren tersebut sebagai peluang strategis untuk mengoptimalkan performa aset hospitality yang telah terintegrasi dengan konsep gaya hidup dan destinasi komersial.
Dengan positioning sebagai pengembang lifestyle property, perusahaan menargetkan pertumbuhan kinerja tahunan di kisaran 5–10%, yang salah satunya ditopang oleh kontribusi segmen perhotelan selama musim liburan.
Selain mengandalkan momentum musiman, Paradise Indonesia juga memperkuat strategi jangka panjang melalui ekspansi geografis. Tahun ini, perseroan mulai mengembangkan portofolio baru di Balikpapan melalui proyek bertajuk Plaza 88.
“Proyek ini mengusung konsep low density lifestyle development yang dirancang untuk menghadirkan kawasan komersial modern dengan pengalaman ruang yang lebih eksklusif,” ungkap Anthony.
Pengembangan Plaza 88 Fase I akan diawali dengan pembangunan kompleks retail berupa deretan ruko modern di lokasi strategis Kota Balikpapan. Proyek ini sekaligus menjadi langkah strategis perusahaan dalam menghidupkan kembali lahan seluas sekitar 8 hektare yang sebelumnya terbengkalai hampir satu dekade oleh pengembang terdahulu.
Pada tahap awal, pengembangan akan memanfaatkan lahan seluas 3 hektare sebagai fase pertama pembangunan kawasan.
Ekspansi ini menandai langkah Paradise Indonesia memperluas penetrasi pasar di luar Pulau Jawa sekaligus menangkap potensi pertumbuhan ekonomi di kota-kota penyangga industri dan energi nasional.
Dengan kombinasi strategi optimalisasi aset hospitality saat momentum Lebaran serta ekspansi proyek baru di wilayah potensial, Paradise Indonesia menargetkan pertumbuhan berkelanjutan yang ditopang oleh kekuatan portofolio properti ikonik dan konsep lifestyle yang menjadi ciri khas perusahaan. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI