Buka konten ini

KARIMUN (BP) – Denyut aktivitas di Pasar Puan Maimun, Tanjungbalai Karimun, mulai diwarnai persiapan menyambut Idulfitri 1447 Hijriah. Meski hari kemenangan kian dekat, harga komoditas utama seperti daging sapi terpantau masih ”kekal” di angka awal, di tengah daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.
Pantauan Batam Pos pada Rabu (11/3), harga daging sapi segar masih bertahan di angka Rp180 ribu per kg. Namun, bagi warga yang menginginkan kualitas premium atau bagian tenderloin (daging as), harga dipatok sedikit lebih tinggi.
”Kalau mau murni daging semua tanpa campuran, harganya Rp190 ribu per kg. Dalam satu ekor sapi, daging bagian ini biasanya hanya ada sekitar 10 kilogram,” ujar Ari, salah seorang pedagang daging sapi segar di Pasar Puan Maimun.
Ari mengaku telah menyiapkan enam ekor sapi untuk dipotong sepekan menjelang Lebaran guna memenuhi pesanan yang mulai masuk. Ia tak menampik tingginya harga daging disebabkan modal pengambilan dari peternak yang juga sudah melambung.
”Kami beli dari peternak sudah mahal, dan sistemnya harus tunai, tidak bisa berhutang,” keluhnya.
Daging Beku Jadi Alternatif
Sebagai pilihan yang lebih ramah di kantong, daging sapi beku menjadi incaran sebagian warga. Aheng, pedagang daging beku, menyebutkan harga per kilogramnya dipatok Rp130 ribu. Angka ini tercatat stabil selama satu bulan terakhir.
”Kami juga menyediakan daging campur atau bagian kaki dengan harga lebih miring, yakni Rp120 ribu per kg,” terang Aheng.
Daya Beli Masih Lesu
Kondisi serupa terjadi di blok sayur-mayur. Herry, pedagang sayuran, menjelaskan bahwa harga cabai merah saat ini masih normal di angka Rp45 ribu per kg, sementara cabai rawit bertengger di harga Rp60 ribu per kg.
Meski pasokan aman dan harga stabil, Herry mencurahkan isi hatinya terkait kondisi pasar yang terasa lengang dari transaksi besar. Memasuki hari ke-21 Ramadan, keramaian pasar tidak berbanding lurus dengan omzet pedagang.
”Pasar memang ramai orang berlalu-lalang, tapi daya beli masyarakat terasa berkurang dalam beberapa bulan terakhir. Kami sangat berharap, mendekati hari raya nanti, masyarakat kembali berbelanja agar ekonomi di pasar ini kembali bergairah,” pungkas Herry penuh harap. (*)
Reporter : SANDI PRAMOSINTO
Editor : GUSTIA BENNY