Buka konten ini

BATAM (BP) – Kebutuhan uang tunai menjelang Ramadan hingga Idulfitri terus meningkat. Terutama untuk pecahan kecil yang biasa digunakan masyarakat untuk berbagi dan bersedekah.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau memastikan ketersediaan uang tunai tetap aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode tersebut.
Kepala Perwakilan BI Kepulauan Riau, Rony Widijarto, mengatakan BI bersama perbankan telah menyiapkan layanan penukaran uang bagi masyarakat. Permintaan terhadap uang pecahan kecil biasanya meningkat signifikan selama Ramadan hingga Lebaran.
“Permintaan uang pecahan kecil meningkat karena tradisi berbagi dan bersedekah. Kami memastikan jumlah uang yang disediakan mengikuti kebutuhan masyarakat,” ujar Rony, Rabu (11/3).
Namun, untuk melakukan penukaran uang saat ini masyarakat harus lebih dulu mendaftar melalui aplikasi PINTAR yang disediakan BI. Sistem tersebut digunakan untuk mengatur kuota layanan sekaligus mengurangi antrean di lokasi penukaran.
Rony menjelaskan, kuota penukaran uang untuk wilayah Batam melalui aplikasi tersebut sudah terpenuhi. Karena itu, ketika masyarakat mengakses layanan saat ini, sistem akan menampilkan keterangan bahwa kuota penukaran telah habis.
“Yang dilayani saat ini adalah masyarakat yang sudah terdaftar di aplikasi. Mereka datang sesuai jadwal yang telah ditentukan,” jelasnya.
Aplikasi PINTAR yang dapat diakses melalui laman pintar.bi.go.id sebenarnya telah digunakan sejak 2021. Dalam beberapa tahun terakhir, sistem penukaran uang sempat dilakukan dengan skema campuran, yakni melalui pendaftaran daring dan layanan langsung dengan pembatasan kuota.
Namun pada tahun ini, BI mengoptimalkan penggunaan sistem tersebut agar masyarakat mendapatkan kepastian jadwal layanan.
Selain menyiapkan layanan penukaran, BI juga memastikan distribusi uang layak edar telah dilakukan lebih awal melalui jaringan perbankan.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan uang tunai menjelang libur panjang Idulfitri.
Menurut Rony, momentum Ramadan dan Lebaran tidak hanya meningkatkan konsumsi rumah tangga, tetapi juga mempercepat perputaran uang tunai di daerah.
“Perbankan sudah menyiapkan kebutuhan uang tunai dan kami memastikan distribusinya berjalan dengan baik. Apalagi ada libur panjang, jangan sampai terjadi kekosongan uang di masyarakat,” katanya.
Sulitnya menukarkan uang pecahan baru masih dikeluhkan masyarakat hingga Rabu (11/3) kemarin. Akmal, warga Batam Center, mengaku berkali-kali mendatangi kegiatan penukaran uang yang diadakan BI, hingga datang ke bank, namun selalu ditepis.
“Kalau yang penukaran BI katanya wajib daftar di aplikasi (PINTAR), tapi tiap mau daftar kuota habis, bagaimana orang bisa mendaftar?” katanya kesal.
Ia juga pernah datang langsung ke salah satu bank konvensional untuk menukarkan uang secara langsung, mengingat ia juga nasabah di bank tersebut. Namun, lagi-lagi yang didapatkan hanya penolakan.
“Katanya stok habis, dan saya malah dikasih uang lama yang sudah tidak dalam kondisi baru. Kan percuma kalau begitu,” katanya.
Karena itu, ia berharap BI kembali menggelar penukaran uang baik offline secara terjadwal, maupun harus daftar online terlebih dahulu asalkan kuota masih tersedia.
“Kalau memang uangnya masih ada, tolong jangan mempersulit masyarakat,” harapnya. (*)
Reporter : AZIS MAULANA
Editor : RATNA IRTATIK