Buka konten ini

SINGAPURA (BP) – Pemerintah Singapore tancap gas dalam agenda dekarbonisasi. Dana jumbo sebesar S$800 juta atau sekitar US$631 juta atau Rp9,5 triliun disiapkan untuk lima tahun ke depan demi menekan emisi karbon dan mengejar target net-zero pada 2050.
Komitmen itu disampaikan Menteri yang membidangi Energi serta Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Tan See Leng, dalam sidang parlemen, Senin (2/3). Pemerintah, kata dia, akan meningkatkan investasi pada solusi-solusi strategis guna menurunkan emisi sektor pembangkit listrik dan industri, sekaligus memastikan sistem kelistrikan tetap andal dan tangguh.
Langkah ini menjadi satu dari dua “grand challenges” dalam peta jalan nasional Research, Innovation and Enterprise 2030 (RIE 2030), yakni program riset berskala besar untuk mendorong prioritas strategis negara.
Fokus ke Sektor Pe nyumbang Emisi Terbesar
Data pemerintah menunjukkan, proses industri dan pembangkit listrik menyum bang lebih dari 80 persen emisi gas rumah kaca Singapura. Karena itu, investasi difokuskan pada teknologi yang mampu memangkas emisi dua sektor tersebut secara masif.
Beberapa solusi yang jadi prioritas antara lain tenaga surya, hidrogen dan turunannya, efisiensi energi, penyimpanan energi, penangkapan serta pemanfaatan karbon (carbon capture and utilisation), hingga modernisasi jaringan listrik.
Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura menyebut, pendanaan akan mencakup riset tahap awal di laboratorium hingga uji coba solusi yang sudah lebih matang secara teknologi.
Tak hanya itu, pemerintah juga meluncurkan program baru bertajuk Singapore Pilots for Energy and Enterprise Decarbonisation. Program ini dirancang untuk mempertemukan pemilik fasilitas, investor, dan lembaga pemerintah dalam menguji serta mengembangkan inovasi energi rendah karbon, sekaligus menarik investasi swasta.
Tambahan Dana untuk Industri Semikonduktor
Selain sektor energi, pemerintah juga mengumumkan tambahan investasi S$800 juta untuk membentuk RIE Flagship di bidang semikonduktor. Fokusnya pada teknologi berdampak tinggi seperti advanced packaging dan advanced photonics.
Menurut Tan, program unggulan ini bertujuan mempercepat hilirisasi riset menjadi produk nyata, sekaligus mendorong aktivitas riset dan manufaktur tingkat lanjut yang mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas.
Industri semikonduktor sendiri berkontribusi hampir 7 persen terhadap produk domestik bruto Singapura. Di tengah lonjakan permintaan chip global, Singapura ingin memperkuat posisinya sebagai simpul strategis riset dan pengembangan semikonduktor.
Badan riset nasional Agency for Science, Technology and Research (A*STAR) menyatakan, program ini akan mengoordinasikan berbagai upaya riset semikonduktor yang didanai publik dalam satu arah strategi bersama.
Dengan suntikan dana ganda masing-masing S$800 juta untuk dekarbonisasi dan semikonduktor, Singapura mengirim sinyal kuat: transisi hijau dan penguatan industri teknologi tinggi akan berjalan beriringan demi menjaga daya saing ekonomi jangka panjang. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO