Buka konten ini

(Foto Kanan) Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura saat melakukan kunjungan ke Pertamina Gas di Kabil, Kota Batam, Selasa (3/3). Hal ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan energi jelang Lebaran Idulfitri 1447 H/2026 M. Foto-foto: Diskominfo Kepri
BATAM (BP) – Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura menyambangi Bulog dan Pertamina di Batam. Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan stok beras dan ketersediaan energi aman jelang lebaran.
Kunjungan ke Pertamina Patra Niaga dan Pertamina Gas di Kabil, Kota Batam dilakukan Wagub Nyanyang, Selasa (3/3). Sementara itu, pemantauan di Bulog, Batam dilaksanakan, Senin (2/3) lalu.
Hal dilakukan untuk memastikan kesiapan distribusi bahan bakar minyak (BBM), gas dan stok beras menjelang Hari Raya Idulfitri.
Wagub Nyanyang menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau ingin memastikan seluruh kesiapan berjalan optimal, terutama menghadapi lonjakan konsumsi energi saat momen mudik dan libur panjang.
”Kami ingin memastikan jangan sampai pada H-3 atau H+3 Hari Raya terjadi kendala distribusi. Konsumsi biasanya meningkat, baik untuk kendaraan roda dua, roda empat, hingga angkutan logistik. Termasuk juga kebutuhan gas, terutama bagi pelaku usaha kecil dan masyarakat yang memproduksi makanan untuk kebutuhan hari raya,” ujar Nyanyang.
Ia juga menyoroti kondisi geografis Kepulauan Riau yang terdiri dari banyak pulau, sehingga distribusi energi harus benar-benar terencana dan terpantau dengan baik. Menurutnya, kesiapan pasokan energi menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kenyamanan masyarakat selama perayaan Idulfitri.
Pemerintah Provinsi Kepri berharap sinergi dengan Pertamina terus terjalin guna menjamin kebutuhan energi masyarakat terpenuhi dengan baik selama perayaan Hari Raya.
”Kita memiliki wilayah kepulauan yang luas. Karena itu, kami meminta agar apabila ada kendala sekecil apa pun dapat segera disampaikan kepada pemerintah provinsi agar bisa segera dikoordinasikan dan ditindaklanjuti,” tambahnya.
Sementara itu, Sales Area Manager (SAM) Retail Kepri Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Bagus Handoko, menyampaikan bahwa stok BBM dan LPG dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kepri.
Ia memastikan pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipasi, termasuk penambahan stok dan penguatan distribusi di titik-titik strategis, guna menghadapi peningkatan permintaan selama periode Ramadan dan Idulfitri.
”Kami memastikan ketersediaan BBM dan LPG dalam kondisi aman. Distribusi juga terus kami pantau agar tetap lancar, termasuk untuk wilayah kepulauan,” ujar Bagus.
Stok Beras Aman Sampai Lebaran
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura memastikan ketersediaan stok pangan, khususnya beras dan minyak goreng merek MinyaKita, dalam kondisi aman hingga berakhirnya bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2026.
Hal tersebut disampaikan Wagub Nyanyang usai melakukan peninjauan langsung terhadap ketersediaan pasokan pangan, khususnya beras dan minyak goreng, di gudang Perum Bulog Cabang Kota Batam yang berada di kawasan Industri Batu Ampar, Kota Batam, Senin (2/3) lalu.
Nyanyang menjelaskan, saat ini stok beras kategori medium jenis Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang tersimpan di Gudang Bulog Batu Ampar mencapai 3.200 ton. Sementara itu, beras jenis premium mencapai 3.500 ton.
Adapun untuk minyak goreng MinyaKita, stok yang tersedia di gudang Bulog saat ini mencapai 60.000 liter. Dari jumlah tersebut, baik beras maupun MinyaKita, dinilai masih sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Batam, khususnya hingga Idulfitri mendatang.
“Karenanya, atas nama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Batam agar tidak perlu khawatir terkait ketersediaan bahan pangan utama tersebut,” pinta Wagub Nyanyang.
Wagub juga menjelaskan bahwa untuk kebutuhan pangan di Kabupaten Karimun, stok beras yang tersedia saat ini mencapai 103 ton. Meski jumlah tersebut belum mencukupi untuk kebutuhan satu bulan, saat ini sedang dilakukan pengiriman tambahan sebanyak 500 ton dari Tanjungpinang.
Ia menambahkan, sesuai kebijakan terbaru pemerintah, seluruh kebutuhan beras kini disalurkan melalui Bulog sebagai penyalur utama. Baik untuk program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), bantuan sosial pangan beras, SPHP, cadangan beras pemerintah, maupun kebutuhan komersial.
“Tujuannya tentu untuk menyeragamkan harga, memastikan ketersediaan tetap aman di masyarakat, serta menjamin bahwa beras yang beredar berasal dari hasil panen petani lokal Indonesia,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa Harga Eceran Tertinggi (HET) beras SPHP berada di kisaran Rp13.100 per kilogram, sementara beras premium Rp15.100 per kilogram.
Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi Kepri melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan (KP2KH) tengah menggelar Gerakan Pangan Murah dalam rangkaian Kepulauan Riau Ramadan Fair (Kurma 2026) yang dilaksanakan di kawasan Gurindam Dua Belas, Kota Tanjungpinang.
Program Kurma 2026 tersebut menyediakan berbagai kebutuhan pokok, seperti beras, MinyaKita, tepung, telur, gula pasir, ayam potong, hingga daging sapi, dengan harga di bawah pasar guna membantu meringankan beban masyarakat selama bulan puasa dan menjelang Idulfitri.
Sementara itu, Kepala Cabang Bulog Batam, Guido XL Pereira, mengatakan bahwa stok beras yang tersimpan di Gudang Bulog Batu Ampar, Kota Batam, termasuk minyak goreng MinyaKita, dalam kondisi sangat aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, dengan estimasi kecukupan hingga empat bulan ke depan.
“Terkait penyaluran beras medium jenis SPHP, pada Januari 2026 kami telah merealisasikan penjualan sebanyak 282 ton. Penyaluran beras SPHP dari Bulog Batam akan terus kami tingkatkan sesuai permintaan mitra dan kebutuhan pasar,” ujarnya. (*)
LAPORAN : JAILANI
Editor : RATNA IRTATIK