Buka konten ini
BATAM KOTA (BP) – Praktik penyelundupan narkotika dengan modus body strapping atau menyembunyikan paket di tubuh pelaku kian marak terungkap di wilayah perbatasan Batam. Metode ini dinilai menjadi cara favorit jaringan narkoba untuk mengelabui pemeriksaan petugas di pintu masuk internasional.
Kasus terbaru diungkap petugas di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre. Seorang penumpang asal Malaysia kedapatan membawa narkotika yang dililitkan di bagian tubuhnya. Pengungkapan tersebut mempertegas meningkatnya penggunaan metode body strapping dalam penyelundupan lintas negara.
Petugas menyebut, pelaku umumnya memanfaatkan kepadatan arus penumpang internasional dengan harapan lolos dari pemeriksaan konvensional. Namun keberadaan tim anjing pelacak (K-9) serta teknologi pemindai modern terbukti efektif mendeteksi gerak-gerik mencurigakan para kurir narkoba.
Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam, Agung Widodo, menegaskan bahwa tren penyelundupan menggunakan metode tersebut menjadi perhatian serius aparat pengawasan perbatasan. Menurutnya, jaringan narkotika terus mengubah pola untuk menghindari deteksi.
“Modus body strapping ini memang menjadi salah satu pola yang cukup sering ditemukan belakangan ini. Karena itu, pengawasan di seluruh pintu masuk internasional terus kami tingkatkan,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Sebagai langkah antisipasi, Bea Cukai Batam memastikan peningkatan pengawasan dilakukan tidak hanya melalui pemeriksaan fisik dan dukungan teknologi, tetapi juga dengan penguatan fungsi intelijen serta analisis risiko terhadap penumpang dan barang bawaan.
Koordinasi lintas instansi turut diperkuat, mulai dari Kepolisian, Badan Narkotika Nasional (BNN), Imigrasi, hingga otoritas pelabuhan. (*)
Reporter : EUSEBIUS SARA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO