Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Transportasi RoRo tradisional di wilayah Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, kian marak beroperasi. Kapal jenis pompong yang telah dimodifikasi tersebut kini mampu mengangkut sepeda motor dalam jumlah terbatas.
Kehadiran RoRo tradisional menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin menyeberang antar pulau dengan membawa kendaraan pribadi. Layanan ini dinilai sangat membantu, terutama bagi warga yang memiliki aktivitas di ibu kota kabupaten.
Saat ini, rute yang dilayani meliputi Kampung Baru–Air Asuk hingga Teluk Buluh. Jalur tersebut menghubungkan Pulau Matak, Air Asuk, dan Siantan.
Dengan adanya layanan tersebut, mobilitas warga antar pulau menjadi lebih mudah tanpa harus meninggalkan kendaraan. Sebelumnya, masyarakat harus menggunakan kapal penumpang biasa dan menyewa sepeda motor setibanya di tujuan.
Salah seorang pengguna jasa, Herman, mengaku terbantu dengan keberadaan RoRo tradisional. Ia juga melihat jumlah kapal yang beroperasi mulai bertambah.
“Alhamdulillah makin banyak RoRo tradisional ini, sangat membantu akses masyarakat,” ujarnya, Rabu (18/2).
Menurutnya, membawa sepeda motor sendiri membuat biaya perjalanan lebih hemat. “Jadi tidak perlu menyewa sepeda motor di Tarempa. Kalau sewa bisa Rp80 ribu per hari,” katanya. Adapun tarif angkut sepeda motor menggunakan RoRo tradisional dipatok Rp50 ribu per unit, sedangkan penumpang tidak dikenakan biaya.
Saat ini terdapat tiga kapal RoRo tradisional yang melayani masyarakat setiap hari. Waktu keberangkatan menyesuaikan kondisi cuaca dan jumlah penumpang.
Meski dinilai membantu, operasional kapal tersebut tetap menjadi perhatian pemerintah daerah. Aspek keselamatan pelayaran menjadi prioritas utama. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Anambas, Nurullah, mengatakan pihaknya rutin memantau aktivitas kapal guna memastikan standar keselamatan terpenuhi.
“Petugas rutin mengecek kelengkapan di kapal, termasuk alat keselamatan yang wajib tersedia,” ujarnya.
Ia menegaskan, pengelola kapal tidak boleh mengangkut kendaraan melebihi kapasitas. Setiap kapal harus dilengkapi pelampung, alat komunikasi, serta memastikan kondisi mesin dalam keadaan baik sebelum berlayar.
Nurullah juga mengingatkan agar nakhoda tidak memaksakan keberangkatan saat cuaca buruk. “Keselamatan penumpang harus diutamakan. Jangan memaksakan berlayar jika kondisi tidak memungkinkan,” tegasnya. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GUSTIA BENNY