Buka konten ini
BATAM (BP) – Deputi Bidang Pengelolaan Bandara, Pelabuhan, dan Lalu Lintas Barang BP Batam, Ruslan Aspan, mengundurkan diri dari jabatannya setelah menerima amanah tugas baru di salah satu perusahaan di Jakarta. Hingga kini, posisi strategis itu masih kosong dan proses pengisian pengganti berjalan di tingkat kementerian.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, membenarkan pengunduran diri Ruslan yang telah terjadi sekitar sebulan lalu. “Sudah lama, sudah sebulan yang lalu,” ujar Amsakar, Minggu (25/1).
Informasi yang beredar, Ruslan mundur karena menerima jabatan baru di Ibu Kota. Namun, BP Batam belum merinci posisi yang diemban Ruslan di tempat barunya.
Ruslan Aspan sendiri baru dilantik sebagai Anggota/Deputi BP Batam pada tahun 2025. Ia dilantik bersama enam deputi lainnya dalam prosesi pelantikan yang digelar di Graha Sawala, Jakarta, Kamis (13/3).
Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, yang juga selaku Ketua Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, Airlangga Hartarto.
Dalam sambutannya saat itu, Airlangga menegaskan bahwa perubahan struktur organisasi BP Batam merupakan bagian dari langkah transformasi kelembagaan di bawah kepemimpinan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra.
“Perubahan dari empat menjadi tujuh Anggota/Deputi di lingkungan BP Batam merupakan komitmen menjawab tantangan pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam yang semakin kompetitif ke depan,” ujar Airlangga.
Pasca mundurnya Ruslan, jabatan Deputi Bidang Pengelolaan Bandara, Pelabuhan, dan Lalu Lintas Barang kini masih kosong. Amsakar mengatakan, pengisian jabatan tersebut tengah dikoordinasikan di tingkat kementerian.
“Posisinya memang sedang kosong. Sekarang prosesnya masih berjalan di Kemenko,” katanya.
Meski tanpa pejabat definitif, Amsakar memastikan roda organisasi tetap berjalan. Tugas dan fungsi kedeputian sementara ini dijalankan oleh jajaran direktorat di bawahnya.
“Yang di bawah sudah meng-handle pekerjaan di kedeputian itu. Tidak ada persoalan dengan kinerja,” ujarnya.
Terkait calon pengganti Ruslan, Amsakar menyebut hingga kini belum ada nama yang ditetapkan. Koordinasi masih berlangsung sebelum keputusan resmi diumumkan.
Kedeputian Pengelolaan Bandara, Pelabuhan, dan Lalu Lintas Barang merupakan salah satu posisi strategis di BP Batam karena mengelola Bandara Internasional Hang Nadim serta pelabuhan-pelabuhan utama yang menjadi simpul konektivitas dan distribusi logistik Batam dan kawasan sekitarnya. (***)
Reporter : ARJUNA
Editor : RATNA IRTATIK