Buka konten ini

BINTAN (BP) – Bintan Mangrove Cottage (BMC) di kawasan mangrove Sungai Kecil, Desa Sebong Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong, kembali beroperasi setelah sempat tutup akibat pandemi Covid-19.
Direktur BMC Firgius Nua mengatakan, BMC tidak hanya menawarkan keindahan alam mangrove, tetapi juga mengusung konsep wisata edukasi dan konservasi lingkungan bagi wisatawan, termasuk komunitas.
Menurutnya, pengunjung diajak menikmati ekosistem mangrove yang masih alami sekaligus mendapatkan pemahaman tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan pesisir. “Kami berkomitmen menjaga mangrove yang ada di sini. Wisata ini tidak sekadar menikmati alam, tetapi juga belajar merawatnya,” kata Firgius.
Sebagai bagian dari upaya konservasi, BMC juga mendukung kegiatan penanaman mangrove yang melibatkan wisatawan dan komunitas. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya ekosistem mangrove bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat pesisir.
Dengan konsep tersebut, BMC tidak hanya menjadi destinasi wisata alam, tetapi juga wisata edukasi dan konservasi mangrove.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bintan Arif Soemarsono berharap BMC mampu menjaga kelestarian ekosistem mangrove yang menjadi daya tarik utama kawasan tersebut.
“Kami yakin Bintan Mangrove Cottage dapat menjaga ekosistem di sini, karena wisata ini menjual keindahan alam yang ada di sekitarnya,” ujar Arif.
Ia juga berharap BMC dapat menjadi salah satu destinasi unggulan di Bintan yang mampu menarik lebih banyak wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.
“Ini menjadi destinasi wisata yang tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga memberikan edukasi dan nilai konservasi,” pungkasnya. (*)
Reporter : Slamet Nofasusanto
Editor : GUSTIA BENNY