Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Ketahanan eksternal Indonesia kian menguat. Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa nasional hingga akhir Desember 2025 mencapai USD 156,5 miliar. Angka itu melonjak tajam dibandingkan posisi akhir November 2025 sebesar USD 150,1 miliar.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan kenaikan cadangan devisa tersebut ditopang oleh beragam sumber penerimaan negara serta pembiayaan eksternal pemerintah. “Peningkatan cadangan devisa bersumber dari penerimaan pajak dan jasa, penerbitan sukuk global pemerintah, serta penarikan pinjaman pemerintah,” ujar Denny di Jakarta, kemarin (8/1).
Dengan capaian tersebut, cadangan devisa RI setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Posisi ini jauh melampaui standar kecukupan internasional yang umumnya berada di kisaran tiga bulan impor.
BI menilai level cadangan devisa tersebut cukup kuat untuk menopang ketahanan sektor eksternal sekaligus menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan nasional.
“Cadangan devisa ini mampu mendukung stabilitas perekonomian di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian,” kata Denny.
Ke depan, BI optimistis ketahanan eksternal Indonesia tetap terjaga. Hal itu didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta prospek aliran masuk modal asing yang diperkirakan terus berlanjut.
Persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian domestik, ditopang imbal hasil investasi yang masih menarik, menjadi faktor penting dalam menjaga arus modal. “Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah guna menjaga stabilitas perekonomian dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkasnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO