Buka konten ini

SURABAYA (BP) – PT Telkom Indonesia Tbk memperkirakan lonjakan lalu lintas data hingga 4 persen saat puncak perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Untuk memastikan layanan tetap andal, perusahaan pelat merah itu telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif, termasuk percepatan pemulihan jaringan di Pulau Sumatra yang ditargetkan rampung sebelum periode tersibuk.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, mengatakan, peningkatan konsumsi data merupakan pola rutin menjelang libur panjang. Karena itu, persiapan dilakukan sejak dini dengan memetakan pergerakan masyarakat, mulai dari tujuan mudik hingga jalur yang paling sering dilalui.
’’Kami sudah mengantisipasi pergerakan pelanggan sejak awal, termasuk pola perjalanan dan titik-titik keramaian yang berpotensi mengalami lonjakan trafik,’’ ujar Dian saat meninjau Posko Natal dan Tahun Baru Telkom di Malang, Minggu (15/12).
Berdasarkan paparan internal, Telkom memproyeksikan arus gateway internasional meningkat sekitar 4 persen hingga mencapai 23,2 terabyte per second. Lonjakan konsumsi layanan seluler diprediksi terjadi di 437 point of interest (POI), sementara segmen enterprise tercatat memiliki 1.665 POI yang masuk dalam pengawasan.
’’Area seperti SPBU, kawasan wisata, hingga permukiman yang menjadi tujuan mudik kami pantau secara intensif,’’ tambahnya.
Pemulihan Jaringan di Sumatra
Dian juga mengungkapkan adanya dampak bencana yang memengaruhi jaringan di tiga provinsi di Sumatra, mencakup total 21 ruas. Rinciannya, delapan ruas berada di Sumatra Utara, enam ruas di Sumatra Barat, dan tujuh ruas di Aceh.
Untuk Sumatra Utara dan Sumatra Barat, pemulihan jaringan telah selesai sepenuhnya. Sementara di Aceh, sekitar 42 persen jaringan masih dalam proses perbaikan. ’’Dari sisi fiber optik sebenarnya sudah siap, kendalanya saat ini ada pada pasokan listrik,’’ jelas Dian.
Selain persoalan energi, keterbatasan akses transportasi juga menjadi tantangan di wilayah terdampak. Meski demikian, Telkom menegaskan komitmennya untuk menuntaskan seluruh perbaikan jaringan di Sumatra sebelum puncak arus Nataru. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO