Buka konten ini

LINGGA (BP) – Hujan deras disertai angin kencang dan petir yang melanda Kabupaten Lingga dalam beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah desa terendam banjir rob. Genangan terjadi ketika curah hujan tinggi bersamaan dengan air laut pasang, membuat kawasan pesisir di Lingga tak luput dari rendaman air.
Di Desa Marok Kecil, Kecamatan Singkep Selatan, banjir rob membuat akses lalu lintas lumpuh total. Seluruh jalan utama terendam dan tak bisa dilewati kendaraan darat. Kondisi ini memaksa para pelajar menggunakan transportasi laut sampan atau ketek untuk bisa berangkat ke sekolah.
Kepala Desa Marok Kecil, Rusdi, mengatakan bahwa genangan mulai berangsur surut pada Rabu (10/12). Namun, sehari sebelumnya, banjir mencapai titik terparah.
“Yang parah itu pada Selasa, 9 Desember 2025. Seluruh akses lalu lintas lumpuh karena jalan terendam air,” ujar Rusdi.
Meski cuaca ekstrem dan gelombang laut cukup membahayakan, para pelajar tetap berusaha berangkat ke sekolah dengan menumpang sampan. Rusdi mengaku bangga dengan keteguhan para pelajar tersebut.
“Saya sangat bangga. Meski harus naik sampan, mereka tetap berangkat ke sekolah, padahal kondisi ombak dan cuaca sangat berbahaya,” katanya.
Ia berharap banjir rob segera surut sepenuhnya agar aktivitas masyarakat kembali normal, dan para pelajar tidak lagi harus bertaruh nyawa di tengah cuaca ekstrem.
“Kita tidak bisa melawan alam. Banjir rob ini akibat curah hujan tinggi dan air laut pasang. Harapan kita, semoga segera surut,” tutup Rusdi. (*)
Reporter : VATAWARI
Editor : GUSTIA BENNY