Buka konten ini

Anambas (BP) – Aksi bunuh diri yang dilakukan pemuda 19 tahun, Raul Supriadi asal Desa Bukit Padi, Kecamatan Jemaja Timur diduga akibat rugi main Kripto.
Kasi Humas Polres Anambas, Ipda Baginda Hot Martua Hasibuan, mengatakan, hasil pemeriksaan awal Polsek Jemaja tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Hal ini memperkuat dugaan bahwa Raul memang murni bunuh diri.
Polisi juga menemukan petunjuk baru setelah berhasil membuka handphone milik Raul yang berada di dalam kamarnya. Isi percakapan dan riwayat aktivitas di ponsel itu menjadi perhatian penyidik.
Dari ponsel tersebut terungkap bahwa sebelum bunuh diri, Raul mengalami kekalahan saat bermain di bursa saham melalui aplikasi kripto. Nilai kerugian yang dialami mencapai Rp5,4 juta.
Menurut keterangan polisi, uang yang digunakan Raul dalam permainan kripto itu merupakan milik ayahnya.
Kekalahan tersebut membuat Raul merasa tertekan dan tidak tahu cara mengembalikan uang tersebut.
”Dalam bermain kripto, korban menggunakan uang ayahnya. Begitu kalah, dia tak sanggup lagi untuk mengembalikan uang ayahnya,” jelas Ipda Baginda Hasibuan, Jumat (14/11).
Rasa penyesalan itu ternyata sempat disampaikan Raul kepada kekasihnya yang bernama Ana melalui pesan WhatsApp.
Dalam percakapan itu, Raul mengaku sangat menyesal dan bahkan menyebutkan niat untuk bunuh diri.
Kekasihnya, Ana, sempat berusaha mencegah Raul. Ia meminta Raul untuk tidak melakukan hal nekat tersebut dan berjanji akan membantu mencari solusi. Namun upaya itu tidak berhasil menghentikan keputusan Raul.
”Kami masih meminta keterangan intensif dari pacarnya melalui telepon. Kebetulan pacarnya berada di luar Anambas. Percakapan itu kami temukan sebelum korban gantung diri,” kata Baginda.
Polisi juga akan memanggil ayah korban untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Hal ini dilakukan untuk mencocokkan informasi terkait penggunaan uang serta kondisi Raul sebelum kejadian.
”Kami akan minta keterangan ayahnya dulu untuk menyinkronkan atau mendalami temuan ini,” tambahnya.
Sementara itu, pihak kepolisian menyatakan bahwa temuan-temuan awal ini masih bersifat sementara. Penyidikan akan terus berlanjut untuk memastikan penyebab pasti korban mengambil tindakan tersebut. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GUSTIA BENNY