Buka konten ini

BATAM (BP) – Jenazah Sri Susuhunan Keraton Surakarta Hadiningrat (SISKS) Paku Buwono XIII Hangabehi akan dimakamkan pada Rabu (5/11) di Makam Raja-Raja Imogiri, Yogyakarta. Sebelum prosesi pemakaman, warga Kota Solo diberi kesempatan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Sang Raja.
Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akan menggelar upacara adat berupa iring-iringan pengantar jenazah SISKS Paku Buwono XIII Hangabehi. Wali Kota Solo Respati Ardi mengatakan, prosesi tersebut menjadi bentuk penghormatan terakhir kepada mendiang Raja Kasunanan Surakarta.
“Upacara ini terbuka untuk umum, tetapi pelaksanaannya tetap mengikuti tata cara adat yang diatur keluarga besar Keraton Surakarta. Pemerintah Kota hanya memfasilitasi agar tradisi ini bisa berjalan khidmat,” ujar Respati.
Pemkot Solo memastikan seluruh jajaran telah bersiap penuh untuk menyukseskan prosesi adat tersebut. Mulai dari pengamanan, penertiban, hingga rekayasa lalu lintas. Seluruh perangkat disiagakan agar iring-iringan jenazah dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menuju Loji Gandrung berjalan lancar, sebelum diberangkatkan ke Makam Raja-Raja Imogiri di Jogjakarta.
Menurut Respati, masyarakat dipersilakan memberi penghormatan di sepanjang rute iring-iringan. Namun, warga diminta tetap menjaga ketertiban dan kondusivitas. “Saya yakin warga Solo tahu betul, ini upacara adat yang harus kita hormati bersama. Untuk para pendatang, saya harap bisa mengikuti adat istiadat yang berlaku di Kota Solo,” katanya.
Rekayasa Lalu Lintas
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Solo Ari Wibowo mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas bersama Polresta Surakarta. Sistem buka-tutup jalan akan diberlakukan secara situasional menyesuaikan pergerakan iring-iringan.
Rute upacara adat dimulai dari pintu Magangan, bergerak ke arah selatan melewati Alun-Alun Selatan, kemudian di simpang empat Gading belok kanan ke Jalan Veteran. Iring-iringan lalu berlanjut ke simpang empat Gemblegan, berbelok kanan ke Jalan Yos Sudarso, dan di simpang empat Nonongan berbelok kiri menuju Jalan Slamet Riyadi.
“Di Jalan Slamet Riyadi nanti diterapkan sistem contra flow hingga Loji Gandrung. Rutenya hampir sama dengan Kirab 1 Suro,” jelas Ari.
Setibanya di Loji Gandrung, peti jenazah akan dipindahkan dari kereta kencana ke mobil ambulans untuk kemudian diberangkatkan menuju Imogiri melalui jalur nasional, bukan jalan tol.
Putri tertua Paku Buwono XIII, GKR Timoer Rumbay Kusuma Dewayani, menjelaskan alasan pemakaman dilaksanakan Rabu. Menurutnya, keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan kepercayaan adat Jawa yang masih dipegang kuat oleh pihak keraton.
“Selasa dianggap bukan hari baik untuk pemakaman menurut kepercayaan Jawa. Karena itu, prosesi kami tetapkan Rabu pagi. Tidak ada acara khusus, hanya tahlilan selama tiga hari. Kami juga sedang menyiapkan kereta jenazah dan melakukan gladi prosesi,” tutur perempuan yang akrab disapa Gusti Timoer.
Ia menambahkan, pemilihan Loji Gandrung sebagai lokasi pemberangkatan jenazah merupakan bentuk bantuan dari Pemkot Solo.
“Tidak ada alasan khusus, hanya bentuk dukungan pemerintah terhadap prosesi adat,” ucapnya.
Jokowi Melayat ke Keraton Surakarta
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) melayat ke Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Minggu (2/11) malam. Dalam kesempatan itu, Jokowi juga ikut melaksanakan salat jenazah.
“Pertama-tama saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Sinuhun, karena beliau sudah beberapa bulan ini dalam kondisi kurang sehat,” ujar Jokowi.
Mantan Wali Kota Solo itu berharap keluarga besar Keraton diberi ketabahan dalam masa berkabung. “Semoga amal ibadah Sinuhun diterima di sisi Allah SWT, ditempatkan di tempat terbaik, dan diampuni seluruh dosa-dosanya,” tuturnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK