Buka konten ini

BATAM (BP) – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) gencar mengoptimalkan pengelolaan tabungan haji sebagai strategi penetrasi pasar ekonomi syariah. Perseroan juga mendorong tabungan emas sebagai alternatif untuk menarik nasabah yang memiliki tujuan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.
SEVP Funding dan Transaction BSI, Ida Triana Widowati, mengatakan posisi BSI dalam segmen tabungan haji saat ini sudah sangat dominan. Misalnya, di Surabaya, Jawa Timur, dari 75 ribu calon jemaah haji yang masuk waiting list (daftar tunggu), sekitar 60 persen merupakan nasabah BSI.
“Secara nasional, dari 5,2 juta orang yang masuk waiting list haji, 3,2 juta merupakan nasabah kami,” ujarnya di Surabaya, kemarin (3/11).
Ida menjelaskan, kuota haji Indonesia meningkat setiap tahun sehingga membuat perbankan syariah berlomba menjaring lebih banyak tabungan haji. Secara total, BSI telah mengantongi sekitar 6,5 juta rekening tabungan haji, baik yang sudah masuk waiting list maupun yang masih dalam tahap awal menabung.
“Kami hadir di sini untuk memberikan edukasi sekaligus motivasi kepada masyarakat yang ingin berhaji,” tambahnya.
Selain edukasi, BSI menekankan pentingnya tabungan haji yang memberikan jaminan tinggi agar calon jemaah bisa menunaikan ibadah tanpa kendala. Dari jemaah terpilih tahun ini, 23 persen gagal berangkat karena belum bisa melunasi biaya haji. Menurut Ida, tabungan emas dapat menjadi solusi tepat karena nilainya stabil dan bisa disiapkan untuk pelunasan haji.
“Biaya haji tahun lalu setara 55 gram emas, sementara tahun ini hanya 37 gram. Dengan tabungan emas, nasabah lebih terjamin kesiapan biayanya,” jelas Ida. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK