Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di beberapa sekolah dasar di Batam kembali menjadi sorotan. Dalam periode 18–26 Agustus, ditemukan sejumlah makanan yang tidak layak dikonsumsi.
Temuan tersebut beragam, mulai dari sayur berbelatung, berulat, hingga berambut; lauk telur basi; ayam dengan telur lalat; bahkan nasi bercampur plastik dan semut. Kasus serupa tidak hanya terjadi di wilayah Kabil, tetapi juga di Bengkong, di mana makanan MBG dalam kondisi basi.
Keluhan awal disampaikan Arya, salah satu orang tua siswa di Batam. Ia mendapat informasi dari anaknya di sebuah sekolah swasta, yang menyebut nasi yang disajikan dalam program MBG dalam kondisi basi. Ia berharap pihak penyedia MBG segera melakukan evaluasi.
“Setidaknya gizi dan faktor kesehatan anak-anak tetap terjaga,” ujarnya, Kamis (28/8).
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Kepri, Kombes Silvester Simamora, menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti informasi tersebut. Sebelumnya, Kapolda Kepri telah menginstruksikan Ditreskrimsus untuk melakukan pengawasan program MBG agar tidak terjadi penyimpangan.
“Dari informasi ini pasti akan kami tindaklanjuti. Sampai sekarang memang belum ada laporan resmi, tapi informasi ini akan kami follow-up,” ujarnya, kemarin. Silvester menambahkan, program MBG seharusnya memiliki mekanisme pengawasan sendiri, termasuk tim khusus yang mengawasi keamanan pangan, kualitas, dan higienitas makanan. “MBG punya standar pengawasan. Tapi dengan adanya temuan seperti ini, jelas harus ditindaklanjuti,” katanya.
Menurut Kombes Silvester, masalah kualitas makanan MBG sangat rawan bila tidak diawasi dengan baik, terutama karena yang mengonsumsinya adalah anak-anak sekolah.
“Kalau kualitas makanan tidak bagus, tentu berisiko bagi anak-anak. Itu yang menjadi perhatian kami,” tegasnya. (***)
Reporter : Yashinta
Editor : RATNA IRTATIK