Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Pemerintah Indonesia berkolaborasi dengan National Battery Research Institute (NBRI) bersama Id Battery dan Pamerindo menyelenggarakan ajang International Battery Summit (IBS) 2025 sebagai upaya memperkuat posisi industri baterai domestik di rantai pasok global.
Acara yang digelar oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai ministry co-host, dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu), serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebagai ministry support tersebut diselenggarakan di Jakarta pada 5–6 Agustus mendatang.
Chair of International Battery Summit 2025 sekaligus Founder NBRI, Evvy Kartini, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (24/7) menyatakan ajang ini akan menjadi forum strategis global yang menghadirkan pemangku kepentingan dari seluruh rantai nilai industri baterai dan kendaraan listrik, sekaligus platform diplomasi energi yang mengundang 30 negara.
Acara ini juga didukung oleh pihak swasta, seperti Huayou Indonesia yang menegaskan komitmennya dalam mendukung kemajuan industri baterai di Tanah Air.
”IBS 2025 bukan sekadar summit, tetapi gerakan kolaboratif lintas bangsa untuk membangun masa depan energi dunia khususnya Indonesia,” kata dia.
Disampaikannya, hilirisasi industri terutama pada sektor baterai merupakan pilar penting dalam mendorong kemandirian energi nasional. Program tersebut mampu menciptakan nilai tambah di dalam negeri, mengurangi ketergantungan pada impor, dan memperkuat daya saing nasional dalam pasar global.
Co Chair of IBS 2025, Reynaldi Istanto, menyatakan acara ini bisa menjadi ajang untuk memacu investasi di sektor baterai, sekaligus memberikan edukasi terkait manfaat hilirisasi Wakil Koordinator Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional (PHKEN) Dimas Muhamad menyampaikan, hilirisasi di sektor nikel dan material baterai adalah langkah konkret menuju ketahanan energi dan transformasi ekonomi hijau nasional. Pameran tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat industri berbasis sumber daya strategis.
”Dan kami mendukung penuh upaya ini sebagai bagian dari upaya mendorong daya saing industri nasional,” katanya.
IBS 2025 diharapkan menjadi barometer kemajuan industri baterai di Indonesia sekaligus katalisator kolaborasi, inovasi, dan investasi. Acara ini menghubungkan para pemangku kepentingan dari seluruh dunia untuk bersama-sama membangun masa depan energi yang bersih, mandiri, dan berkelanjutan. (*)
Reporter : JP Group
Editor : Gustia Benny