Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Indonesia dan Tiongkok menyepakati serangkaian kerja sama konkret di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, keuangan, industri, pariwisata, kesehatan, hingga kolaborasi media.
“Saya memandang hubungan antara RI dan Tiongkok adalah hubungan bilateral yang sangat strategis, sangat penting, dan sangat menjanjikan serta dapat menentukan keadaan perdamaian dan stabilitas di kawasan,” ujar Prabowo saat menjamu Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang dalam Business Forum pada Sabtu (24/5) malam di Jakarta.
Li melawat ke Jakarta sejak Sabtu sampai Minggu (25/5). Kunjungannya merupakan bagian dari peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Tiongkok, sekaligus memperingati 70 tahun Konferensi Asia-Afrika.
Selain dijamu dalam Business Forum Dinner, Li juga disambut di Istana Merdeka Jakarta, kemarin. Di Istana Merdeka, empat nota kesepahaman ditandatangani kedua pihak.
Kerja sama keuangan di-perkuat melalui kesepakatan antara Bank Indonesia dan People’s Bank of China yang membentuk kerangka kerja untuk mendukung transaksi bilateral dalam mata uang lokal. Di bidang perencanaan ekonomi, Dewan Ekonomi Nasional Indonesia dan National Development and Reform Commission Tiongkok sepakat bergandengan tangan dalam perumusan kebijakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Perdagangan Tiongkok juga menyepakati penguatan kerja sama ekonomi di bidang industri dan rantai pasok. Selain itu, kedua pihak juga menyepakati proyek “Two Countries, Twin Parks” bersama Pemerintah Provinsi Fujian. Ini akan menjadi zona industri lintas negara dengan konektivitas investasi dan teknologi yang erat.
Indonesia dan Tiongkok juga menandatangani kerja sama di delapan sektor prioritas. Termasuk di dalamnya pariwisata, ekspor pertanian, pengobatan tradisional, dan pengendalian penyakit menular seperti tuberkulosis.
Di bidang investasi dan bisnis, Danantara -lembaga dana investasi Indonesia- menjalin kerja sama dengan China Investment Corporation. Kadin juga berkolaborasi dengan China Chamber of Commerce untuk mempererat kemitraan strategis antarpelaku usaha. Kolaborasi juga meluas ke sektor media, dengan penandatanganan dua kerja sama: masing-masing antara kantor berita Antara dengan China Media Group, dan Antara dengan kantor berita Xinhua.
Prabowo mengapresiasi keterlibatan aktif perusahaan-perusahaan Tiongkok dalam pembangunan Indonesia. “Termasuk dalam proyek kereta cepat Jakarta–Bandung dan hilirisasi industri nikel,” katanya.
Lebih dari sekadar kerja sama ekonomi, kedua negara juga segendang sepenarian dalam menyikapi isu-isu global, khususnya Palestina. Prabowo menyampaikan peng-hormatan atas konsistensi Tiongkok dalam membela hak-hak rakyat tertindas.
“Tiongkok adalah sahabat sejati. Tiongkok selalu membela negara-negara berkembang dan selalu bersama rakyat yang tertindas, termasuk rakyat Palestina,” ujar Prabowo.
Sementara itu, Li menyatakan, bahwa Tiongkok dan Indonesia memiliki tanggung jawab bersama untuk mewujudkan keadilan internasional dan memperjuangkan perdamaian dunia. Dia juga menyampaikan pesan dari Presiden Tiongkok Xi Jinping.
“Tujuan kunjungan saya kali ini adalah untuk membahas kerja sama dengan pihak Indonesia di berbagai bidang terkait,” ujarnya. (***)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : RYAN AGUNG