Buka konten ini
BONDOWOSO (BP) – Bocah berusia 9 tahun terluka akibat kejatuhan instalasi sound horeg di Bondowoso, Jawa Timur. Korban lainnya dalam insiden yang sama adalah seorang remaja putri.
Radar Jember (grup Batam Pos) melaporkan bahwa Firmansyah, korban bocah 9 tahun, mengeluhkan nyeri di beberapa bagian tubuh. Sementara itu, korban lainnya, Nadia Friska Maulani, 17 tahun, mengalami luka di kepala hingga harus dijahit sebanyak tujuh jahitan serta memar pada bahu.
”Di sana saya cuma ikut saja, bukan jadi dancer,” ujar Nadia kepada Radar Jember, Minggu (18/5), tentang insiden saat parade sound horeg di Desa Sumberanyar, Kecamatan Jambesari Darus Sholah, Bondowoso.
Beruntung, kedua korban segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat. Meski demikian, Nadia mengaku masih merasakan nyeri di beberapa bagian tubuh.
”Intinya sudah sehat, bisa melakukan aktivitas sehari-hari. Termasuk sudah bisa sekolah lagi,” ungkapnya.
Kapolsek Jambesari Darus Sholah Iptu Sumanto mengatakan bahwa penyebab utama kecelakaan adalah tinggi sound horeg yang tidak sesuai dengan kondisi lokasi. ”Tinggi sound horeg kurang lebih mencapai 5 hingga 6 meter, sementara di lokasi banyak terdapat pohon,” katanya.
Sumanto juga menegaskan bahwa parade sound horeg tersebut tidak mengantongi izin dari pihak kepolisian, meski kegiatan itu dalam rangka acara perpisahan pelajar. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG