Buka konten ini
BATAM (BP) – Job Fair Tunas Industrial Estate yang dibuka sejak 12 Mei 2025 ternyata sangat diminati. Hingga hari keempat pelaksanaan, Kamis (15/5), tercatat sebanyak 2.923 pelamar telah mendaftarkan diri secara online. Pendaftaran daring melalui situs resmi ini akan ditutup pada 22 Mei mendatang.
Panitia penyelenggara, Angga Wijaya, menyebutkan job fair ini merupakan respons konkret terhadap gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi di berbagai sektor, khususnya di Batam dan Kepulauan Riau.
“Job fair ini adalah bentuk sumbangsih dari Tunas Industrial Estate, bekerja sama dan didukung penuh oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, untuk membuka lapangan pekerjaan. Di kawasan kami sendiri, ada beberapa tenant dan rekanan yang tengah membutuhkan tenaga kerja baru,” ujar Angga saat ditemui di lokasi, Kamis (15/5).
Tahun ini, panitia menerapkan sistem pendaftaran digital melalui situs khusus. Di dalamnya, pencari kerja bisa mengakses langsung daftar perusahaan, profil singkat, jenis lowongan, dan kebutuhan tenaga kerja masing-masing perusahaan.
“Salah satu alasan kami mengubah sistem pendaftaran menjadi online adalah untuk merespons keluhan publik terhadap sistem penerimaan lamaran langsung yang sempat viral sebelumnya. Kini, semua proses awal dilakukan secara daring dan terverifikasi,” tambah Angga.
Dari data sementara, dua perusahaan yang paling banyak diminati pelamar adalah Tunas Group dan PT Solder Tin Andalan Indonesia (Stania). Keduanya membuka berbagai posisi yang relevan dan menarik perhatian ribuan pencari kerja.
Setelah proses seleksi administrasi, pelamar yang lolos akan mendapat notifikasi resmi untuk mengikuti tahapan wawancara langsung dengan perusahaan pada 27 Mei 2025 di kawasan Tunas Industrial. Panitia juga mengantisipasi kebutuhan dan kenyamanan pelamar saat hari wawancara. Posko kesehatan disiapkan bekerja sama dengan Rumah Sakit Awal Bros, termasuk ambulans yang siaga di lokasi. Selain itu, akan tersedia bazar makanan dan minuman di sekitar area.
“Kami mengimbau pelamar membawa bekal sendiri dan perlengkapan pelindung seperti payung atau topi. Jika terjadi cuaca ekstrem, mereka tetap bisa mengantre dengan aman,” jelas Angga.
Informasi lengkap mengenai lowongan, profil perusahaan, dan tips mengikuti job fair juga dapat diakses melalui akun Instagram resmi @jobfairtunasindustri. Mengingat waktu pendaftaran tersisa kurang dari sepekan, panitia mengimbau pencari kerja segera memanfaatkan kesempatan ini.
“Jangan tunggu hari terakhir. Pastikan semua persyaratan sudah dikirimkan sebelum 22 Mei,” tutup Angga.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Sakyakirti, memastikan pelamar yang dipanggil untuk wawancara langsung telah melalui proses verifikasi.
“Kami pastikan yang datang nanti sudah melewati proses verifikasi. Tidak semua pelamar akan dipanggil karena harus sesuai dengan spesifikasi kebutuhan perusahaan,” tegas Rudi.
Menurut Rudi, jumlah lowongan kerja dalam job fair ini mencapai 1.346 posisi. Sementara itu, hingga pertengahan Mei 2025, telah tercatat 17 ribu penempatan tenaga kerja di Kota Batam. Jumlah pencari kerja aktif sebanyak 8.000 orang, sedangkan total lowongan terbuka mencapai 18 ribu posisi.
Rudi juga menekankan bahwa pihaknya telah mendampingi penyelenggara, termasuk dalam edukasi teknis dan perizinan. Ia menyam-but baik inisiatif beberapa perusahaan yang memberikan akses bagi kelompok rentan.
“Alfamart, misalnya, menye-diakan 20 kuota lowongan untuk penyandang disabilitas dari total 220 posisi yang mereka buka,” ujar Rudi.
Menurut dia, Batam tetap menjadi daya tarik utama bagi pencari kerja karena infrastruktur transportasi yang memadai dan upah minimum yang tinggi. “Upah minimum di Batam saat ini di atas Rp4.989.600. Selain itu, industri galangan kapal (shipyard) dan manufaktur masih menunjukkan tren positif,” ungkap Rudi. Terkait kebijakan tarif resiprokal dari Amerika Serikat, ia menyebut belum ada laporan dampak langsung terhadap industri lokal karena masih dalam tahap negosiasi dan relaksasi.
Harapan Pencaker: Syarat Mudah, Pengalaman Ditiadakan
Para pencari kerja (pencaker) muda di Batam masih menghadapi kesulitan besar dalam mendapatkan pekerjaan yang sesuai, terutama bagi mereka yang baru lulus sekolah. Minimnya jumlah lowongan serta ketatnya persaingan menjadi tantangan utama bagi pencaker pemula.
Lala, seorang pencaker yang dijumpai di kawasan industri Mukakuning, mengaku telah berbulan-bulan mencari pekerjaan tanpa hasil. “Karena lowongannya tidak banyak, dan kebanyakan butuh yang sudah berpengalaman. Inilah masalah kami yang baru mau cari kerja ini. Serba sulit,” ujarnya dengan wajah lelah.
Hal senada diungkapkan Imron, lulusan SMK dari Batuaji, yang bercita-cita bekerja di industri galangan kapal. Sayangnya, keinginannya belum terwujud karena terkendala syarat pengalaman dan sertifikasi.
“Banyak yang butuh bersertifikasi semua, jadi memang agak sulit. Paling ikut borongan dulu cari pengalaman,” kata Imron.
Sementara itu, Aldo, pencaker muda lainnya, menyoroti masalah ”orang dalam” sebagai jalan pintas yang membuat peluang kerja makin tertutup bagi pencaker umum. “Kalau berharap langsung diterima sebagai karyawan, sulit sekali. Kecuali ada orang dalam, baru bisa,” ungkapnya jujur.
Pantauan di lapangan menunjukkan masih banyak pencaker muda yang lalu lalang mencari lowongan kerja di kawasan industri Batam. Namun, sistem penyampaian informasi lowongan yang tertutup membuat usaha mereka kerap sia-sia. Banyak informasi hanya beredar di grup internal atau media sosial tertentu.
Yuli, pencaker asal Mukakuning, mengeluhkan hal serupa. “Susah sekarang dapat informasi loker karena sistem online dan disebarkan lewat media sosial. Kadang yang menyebar ini untuk kalangan mereka sendiri. Kita orang luar sulit dapat informasi,” katanya.
Kesulitan pencaker bahkan berujung insiden. Belum lama ini, seorang pencaker muda jatuh ke dalam drainase saat hendak memasukkan lamaran ke salah satu perusahaan di kawasan industri Horizon, Sagulung. Video kejadian ini sempat viral di media sosial dan menuai simpati publik.
Harapan kini tertuju pada ajang Job Fair Tunas Industrial Estate 2025 yang akan digelar pada 27 Mei mendatang. Para pencaker muda berharap pihak perusahaan tidak terlalu menekankan pengalaman kerja agar mereka juga memiliki peluang.
“Kami butuh kesempatan, bukan dituntut pengalaman,” ujar salah satu pencaker.
Kegiatan job fair ini merupakan kolaborasi antara Tunas Industrial Estate, Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, dan BPJS Ketenagakerjaan. Sebanyak 21 perusahaan dari berbagai sektor akan membuka total 1.346 lowongan kerja untuk masyarakat Batam.
Kepala Disnaker Batam, Rudi Sakyakirti, menyebut bahwa bursa kerja ini menjadi salah satu upaya untuk menekan angka pengangguran di Batam. “Penyerapan tenaga kerja difokuskan untuk warga lokal. Kesempatan terbuka lebar untuk masyarakat Batam,” ujarnya. (*)
Reporter : YASHINTA – EUSEBIUS SARA
Editor : RYAN AGUNG