Buka konten ini
BATUAJI (BP) – Curah hujan yang tinggi belakangan ini meningkatkan risiko bahaya di lingkungan tempat tinggal, khususnya bagi anak-anak. Kepolisian mengimbau orang tua agar meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas anak di luar rumah, terutama di sekitar genangan air, kolam, dan parit yang terisi air hujan.
Kapolsek Sagulung, Iptu Rohandi Tambunan, menegaskan bahwa air yang menggenang kerap menjadi daya tarik bagi anak-anak untuk bermain. Namun, hal ini bisa berujung petaka jika tidak diawasi. “Air hujan di kolam atau parit bisa memancing rasa penasaran anak. Ini sangat berbahaya kalau mereka bermain tanpa pengawasan,” kata Rohandi, Selasa (6/5).
Ia mengingatkan, sejumlah insiden memilukan pernah terjadi di Batam akibat kelalaian semacam ini. Salah satunya di kawasan Tembesi, ketika seorang bocah meninggal dunia usai tenggelam di parit yang penuh air hujan. Peristiwa serupa juga pernah terjadi di sejumlah titik lain.
“Lingkungan rumah seharusnya menjadi tempat paling aman, terutama di musim hujan. Kolam atau area yang rawan air sebaiknya diberi pembatas agar tidak mudah dijangkau anak-anak,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kapolsek Batuaji, AKP Raden Bimo Dwi Lambang. Ia menekankan pentingnya pengawasan ekstra terhadap anak, apalagi saat hujan deras turun.
“Jangan biarkan anak main di luar saat hujan. Risiko tergelincir, terbawa arus, bahkan tenggelam sangat tinggi,” kata Bimo.
Ia juga mendorong warga untuk saling menjaga lingkungan, termasuk segera melapor jika menemukan saluran air rusak atau potensi bahaya lain di sekitar tempat tinggal.
“Kalau ada saluran yang rusak atau membahayakan, jangan tunggu ada korban. Bisa langsung koordinasi untuk perbaikan atau ditangani gotong royong,” imbuhnya.
Sebagai bentuk antisipasi, pihak kepolisian menyarankan warga membentuk sistem pengawasan lingkungan, misalnya dengan pos ronda atau posko siaga banjir di kawasan padat penduduk.
Musim hujan memang memberi manfaat bagi alam, namun tanpa kewaspadaan, bisa berubah menjadi ancaman. Polisi berharap tragedi tenggelam tak lagi terulang, terutama di kalangan anak-anak. “Keselamatan anak adalah tanggung jawab bersama,” tutupnya. (*)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : RATNA IRTATIK