Buka konten ini
KARIMUN (BP) Kuota bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi untuk kapal nelayan berukuran di bawah 30 gross tonnage (GT) di Kabupaten Karimun telah terpakai lebih dari 4 juta liter sepanjang Januari hingga April 2025. Konsumsi BBM tertinggi terjadi pada Januari dan solar subsidi Nelayan ini tersisa 19 ribu kiloliter.
Kepala Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau di Karimun, Faizal, menyampaikan bahwa berdasarkan data permintaan, total BBM solar untuk nelayan yang telah terpakai mencapai 4.060.250 liter.
Jumlah itu sesuai dengan surat rekomendasi yang kami keluarkan, yakni sebanyak 582 rekomendasi selama empat bulan terakhir,’’ ujar Faizal saat dikonfirmasi Batam Pos, Kamis (1/5).
Rinciannya, pada Januari diterbitkan 177 surat rekomendasi, Februari 158 surat, Maret 123 surat, dan April 124 surat rekomendasi.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, konsumsi solar nelayan tahun ini sedikit menurun. Hal itu dipengaruhi oleh banyaknya kapal yang mulai berlayar kembali pada awal April setelah sebelumnya bersandar menjelang dan saat Idulfitri 1446 H.
Walaupun sudah terpakai lebih dari 4 juta liter, kuota BBM solar untuk kapal nelayan di bawah 30 GT di Karimun tahun ini masih cukup. Dari total kuota 23.294 kiloliter, tersisa sekitar 19 ribu kiloliter lagi. Insyaallah, jumlah ini cukup hingga akhir tahun,’’ jelasnya.
Faizal menambahkan, pada 2024 kuota BBM untuk nelayan di Karimun lebih kecil dari kuota tahun ini. Kendati jumlah kapal nelayan di bawah 30 GT mengalami peningkatan, kuota yang ada diperkirakan tetap mencukupi. Jika di kemudian hari ternyata tidak memadai, pihaknya akan segera mengajukan tambahan kuota kepada Pertamina, lengkap dengan data dan laporan kebutuhan. (*)
Reporter : Sandi Pramosinto
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI