Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) berhasil mencatatkan investasi lebih dari 4,66 miliar dolar AS (USD). Upaya untuk mengembangkan kawasan tersebut dilakukan pemerintah dengan menggandeng Singapore Economic Development Board (EDB). Berbagai isu strategis akan dibahas untuk meningkatkan peluang investasi di KEK BBK.
KEK Batam mencetak rekor realisasi investasi sebesar USD3,26 miliar pada 2024, sementara Bintan dan Karimun masing-masing sebesar USD118,3 juta dan USD1,29 miliar. Total terdapat 180 proyek prioritas dengan cakupan sektor strategis seperti logistik, industri, pariwisata, teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan infrastruktur pendukung.
Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kemenko Perekonomian M Rudy Salahuddin telah membahas berbagai kolaborasi strategis dengan Chairman EDB Singapura Png Cheong Boon. Beberapa isu krusial seperti kemajuan kebijakan dan investasi di KEK BBK, dukungan transformasi digital, penyelesaian isu mobilitas, dan konektivitas KEK BBK-Singapura.
”Sejak pertemuan sebelumnya pada Januari 2024, kerja sama ini difokuskan pada empat klaster utama. Yaitu, business environment, investment promotion, industry sector, dan capacity development,” ujarnya di Jakarta, Rabu (16/4). Beberapa regulasi terkait KEK BBK sudah diterbitkan.
Kawasan tersebut, juga mencakup area KEK Nongsa yang tengah dikembangkan sebagai pusat data dan teknologi digital. ”Kami melihat potensi besar Nongsa sebagai simpul penting bagi ekosistem digital kawasan. Oleh karena itu, perluasan dan penguatan regulasi menjadi sangat penting untuk mendukung daya tarik investasi,” kata Chairman EDB Singapura Png Cheong Boon.
Di sisi konektivitas, BP Batam tengah mempersiapkan pe-ngembangan penuh Pelabuhan Batuampar menjadi transshipment internasional. Kolaborasi dengan operator pelabuhan global dari Singapura menjadi salah satu fokus yang akan dieksplorasi pada 2025. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG