Buka konten ini
BATAM KOTA (BP) – Bank Riau Kepri (BRK) Syariah secara resmi meluncurkan layanan E-BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) berbasis digital yang pertama kali diterapkan di RSUD Raja Ahmad Tabib, Kepri. Inisiatif ini menjadi tonggak penting dalam mendukung transformasi digital dan meningkatkan transparansi pengelolaan keuangan daerah.
Peluncuran sistem E-BLUD ini ditandai dengan seremoni khusus yang dihadiri sejumlah pejabat tinggi dari pusat dan daerah, menandakan komitmen kuat untuk mempercepat modernisasi layanan publik, khususnya di sektor kesehatan.
Direktur Dana dan Jasa BRK Syariah, MA Suharto, mengatakan bahwa layanan ini merupakan inovasi strategis yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam sistem keuangan rumah sakit daerah. Menurutnya, digitalisasi ini juga menjadi bukti nyata dukungan BRK Syariah terhadap agenda transformasi digital pemerintah daerah.
”RSUD Raja Ahmad Tabib menjadi rumah sakit pertama di Indonesia yang menerapkan sistem E-BLUD terintegrasi dengan layanan perbankan dan perpajakan daerah secara real time,” katanya saat peluncuran, Selasa (15/4) malam.
Sistem ini memungkinkan pengelolaan keuangan rumah sakit berjalan lebih efisien, mulai dari pembayaran gaji pegawai, pembayaran ke rekanan, hingga pelaporan transaksi yang langsung terhubung dengan sistem perpajakan daerah.
”Integrasi ini bukan hanya menyederhanakan proses administrasi, tetapi juga menjamin keamanan transaksi. Potensi penyelewengan dapat diminimalisir karena semua tercatat secara real-time dan dapat dipantau dengan transparan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Agus Fatoni, turut memberikan apresiasi terhadap inisiatif BRK Syariah dan RSUD Raja Ahmad Tabib sebagai proyek percontohan nasional. Ia menilai sistem E-BLUD mendukung efektivitas pengelolaan keuangan serta akselerasi program Satu Data Indonesia.
“Manfaatnya luas, mulai dari efisiensi anggaran, penyeragaman tata kelola, hingga percepatan proses administrasi. Sistem ini juga mendorong penggunaan transaksi non-tunai yang aman dan nyaman bagi masyarakat,” kata dia.
Saat ini, dari 920 rumah sakit daerah di Indonesia, sekitar 720 di antaranya berstatus BLUD. Namun, belum semua memiliki sistem pengelolaan keuangan digital yang terintegrasi.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menyambut baik peluncuran tersebut. Keberhasilan implementasi E-BLUD di RSUD Raja Ahmad Tabib akan menjadi dasar bagi replikasi sistem serupa di rumah sakit lainnya di Kepri.
“Jika ini berhasil, kami akan terapkan di seluruh rumah sakit, termasuk yang ada di pulau-pulau. Saya sudah meminta Sekda untuk mempersiapkan infrastruktur server yang memadai agar sistem ini berjalan lancar,” ujarnya.
Integrasi antara sistem manajemen lama dengan platform digital baru juga dianggap penting, terutama dalam pengadaan obat-obatan dan logistik rumah sakit agar tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat.
Ia berharap layanan ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh jajaran rumah sakit dan menjadi momentum peningkatan kualitas pelayanan publik di bidang kesehatan.
”Digitalisasi keuangan ini akan memberi nilai tambah besar bagi masyarakat. Kami juga terbuka untuk kerja sama dengan pihak mana pun guna mendukung peningkatan layanan,” kata Ansar.
Dalam kegiatan peluncuran ini, hadir sejumlah pejabat penting, termasuk Direktur Dana dan Jasa BRK Syariah, MA Suharto; Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Agus Fatoni; serta Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. Turut hadir juga Sekretaris Daerah Kepri, Adi Prihanta; Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah; serta Kepala Plt Direktur RSUD Raja Ahmad Tabib, Bambang Utoyo. (*)
Reporter : Arjuna
Editor : RATNA IRTATIK