Buka konten ini
BATAM (BP) – Suasana duka masih menyelimuti Kantor Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam di Sekupang pascainsiden penganiayaan yang menewaskan Hafiz Rinanda, 29, seorang pegawai honorer di dinas tersebut. Insiden berdarah itu terjadi pada Senin (14/4) siang, di area belakang kantor.
Pantauan Batam Pos di lokasi, Selasa (15/4), kondisi kantor tampak sepi. Garis polisi masih terpasang di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
Pintu pagar utama yang biasanya terbuka kini tertutup rapat. Beberapa pegawai terlihat keluar-masuk kantor, namun langsung kembali menutup pagar usai keluar.
Bercak darah milik korban masih terlihat di area belakang kantor, belum sepenuhnya dibersihkan. Garis polisi juga masih mengelilingi area tersebut.
Meski aktivitas perkantoran kembali berjalan normal, nuansa kehilangan masih sangat terasa di kalangan pegawai. Sejumlah rekan kerja korban mengaku belum bisa menerima kenyataan pahit tersebut.
”Sehari-hari, Hafiz itu orangnya periang, gampang akrab sama siapa saja. Kami semua nggak nyangka dia pergi secepat ini,” ujar salah satu rekan korban.
Rekan lainnya menyebut bahwa insiden tersebut terjadi secara tiba-tiba dan disaksikan oleh beberapa pegawai. ”Waktu itu korban lagi duduk ngopi sama beberapa teman. Pelaku datang naik motor, terus dipanggil sama Hafiz, salaman dulu karena habis Lebaran. Nggak lama langsung diserang,” ujarnya menirukan keterangan saksi.
Pihak kantor juga membenarkan bahwa sejak kejadian, akses masuk diperketat. ”Memang sekarang pagar ditutup terus. Polisi belum mengizinkan siapa pun masuk ke area yang diberi garis polisi,” kata seorang pegawai di sana.
Diketahui, pelaku penganiayaan adalah Faras Kausar, 26, rekan kerja sekaligus kerabat dekat korban. Motif pembunuhan masih dalam penyelidikan, namun beredar informasi bahwa pelaku merasa mendapat tekanan atau perundungan di lingkungan kerja.
Jenazah Hafiz telah dipulangkan ke kampung halamannya di Kampar, Riau, pada Selasa (15/4) pagi. Kepergiannya menyisakan duka mendalam, tak hanya bagi keluarga dan sahabat, tetapi juga seluruh rekan kerja di Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam. (*)
Reporter : RENGGA YULIANDRA
Editor : RYAN AGUNG