Buka konten ini
SURABAYA (BP) – Suplai energi selama momen Idulfitri 1446 Hijriah menjadi perhatian utama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Selasa (25/3), dia datang ke Jawa Timur untuk memantau kesiapan BBM, LPG dan listrik untuk berbagai kebutuhan selama Lebaran. Termasuk, kebutuhan untuk mobil listrik atau electric vehicle (EV) yang jumlahnya terus bertambah.
Bahlil menjelaskan, pihaknya datang untuk memastikan bahwa stok maupun kualitas produk energi di Jatim sudah sesuai. Dia berkeliling ke berbagai fasilitas energi di Surabaya. Mulai dari pangkalan LPG, SPBU, jaringan gas bumi, hingga infrastruktur kelistrikan. “Saya periksa LPG dan timbangannya sudah benar dan sesuai HET (harga eceran tertinggi). Saya juga sudah cek bahwa RON dan volume dari BBM seperti pertalite dan pertamax sudah sesuai,” terangnya di Surabaya Selasa (25/3).
Soal pasokan, dia mengatakan bahwa elpiji sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan Jatim selama 23 hari. Begitu juga dengan BBM, jaringan gas bumi, maupun bahan baku pembangkitan PLN sudah mempunya stok cadangan sepanjang 20 hari ke depan.
Dari sisi kelistrikan, Bahlil mengecek kesiapan suplai provinsi. Menurut dia, neraca listrik di Jawa Timur masih sangat aman. Dengan kapasitas terpasang 10 Gigawatt (GW), beban puncak untuk wilayah Jatim hanya mencapai 6,5 GW. Bahkan, di puncak momen Lebaran konsumsi listrik bisa turun hingga 4,6 GW. “Jadi, saat puncak Lebaran, cadangannya masih 53 persen. Jadi semuanya aman,” katanya.
Tahun ini, lanjut dia, pemerintah memang harus menambahkan satu lagi kebutuhan yang diantisipasi. Yakni, kebutuhan mobil listrik. Data PLN menyebutkan bahwa proyeksi pemudik yang menggunakan EV roda empat naik lima kali lipat. Dari hanya 555 kendaraan menjadi 2,775 kendaraan. Selaras dengan tren tersebut, transaksi SPKLU selama Lebaran 2025 diperkirakan mencapai 7.526 pengisian. Angka itu lima kali lipat dari realisasi transaksi SPKLU pada Lebaran tahun lalu sebanyak 1.525 pengisian. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO