Buka konten ini
BATAM (BP) – PT Pelni Cabang Batam terus berinovasi dalam meningkatkan pelayanan bagi penumpang. Salah satu terobosan terbaru adalah optimalisasi layanan check in online, yang bertujuan mengurangi antrean panjang di pelabuhan saat hari keberangkatan kapal.
Kepala PT Pelni Cabang Batam, Edwin Kurniansyah, mengatakan bahwa layanan ini telah tersedia sejak Desember 2024 dan dapat diakses melalui aplikasi Pelni Mobile. “Penumpang bisa melakukan check in secara mandiri mulai 12 jam hingga 30 menit sebelum keberangkatan. Ini berlaku untuk semua tiket Pelni, baik yang dibeli melalui Pelni Mobile, Alfamart, Indomaret, loket, agen resmi, maupun Livin’ by Mandiri,” ujar Edwin, Minggu (16/3).
Dengan sistem ini, penumpang hanya perlu menunjukkan boarding pass digital saat memasuki area keberangkatan, sehingga proses keberangkatan menjadi lebih cepat dan nyaman. Ia menambahkan, sejak Desember 2024, Pelabuhan Penumpang Pelni Batam resmi pindah ke Pelabuhan Bintang 99 Batam.
Edwin memastikan Pelni terus berkoordinasi dengan pengelola pelabuhan dan pihak terkait untuk memberikan pelayanan terbaik. “Kami berupaya agar penumpang tidak berdesak-desakan,” jelasnya.
”Pelabuhan Bintang 99 juga telah menerapkan sistem autogate, dimana hanya penumpang dengan pass pelabuhan yang bisa masuk. Ini membuat area keberangkatan lebih tertib dan nyaman,” tambah dia.
Selain itu, boarding pass dapat ditukarkan 1×24 jam sebelum keberangkatan, terutama saat musim puncak. Melalui kebijakan ini, penumpang bisa menukarkan boarding pass lebih awal sehingga mengurangi potensi antrean panjang di pelabuhan.
Pelni juga semakin memudahkan calon penumpang dalam membeli tiket. Selain di loket resmi, tiket dapat dipesan melalui berbagai platform seperti website resmi Pelni, Pelni Contact Center, layanan perbankan seperti BNI Agen46, Livin Mandiri, BCA, dan minimarket seperti Alfamart dan Indomaret.
”Pelni juga menyediakan petugas khusus untuk memverifikasi tiket dan boarding pass guna memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang selama perjalanan,” ucap Edwin.
Untuk mencegah praktik percaloan, Pelni mewajibkan penumpang membeli tiket sesuai identitas asli. Edwin menegaskan bahwa penumpang yang tidak sesuai dengan identitas di tiket tidak akan diizinkan naik kapal.
”Jangan sampai nanti ditolak naik petugas akibat tiketnya tidak sesuai identitas,” tegas Edwin.
Imbauan ini juga telah dipasang di berbagai sudut kantor Pelni Cabang Batam di Sekupang, termasuk spanduk besar di depan pintu masuk pelabuhan. ”Penumpang wajib menunjukkan tiket dan identitas asli (KTP) saat naik ke kapal. Tiket tidak boleh ditukar atau dipindahtangankan,” tegasnya.
Lubang di Jalur Pantura Jabar Butuh Perbaikan Segera
Sementara itu, Korlantas Polri memperkirakan arus mudik bakal mulai Rabu (19/3) lusa. Perbaikan jalan pun telah dan masih dilakukan dari sisi barat sampai belahan timur Jawa, terutama di kawasan pantai utara (pantura).
Di pantura Jawa Barat, misalnya, mulai dari perbatasan Karawang-Patokbesi sampai perbatasan Indramayu. Di sepanjang jalur itu masih banyak ruas jalan berlubang.
”Diperkirakan ada 21 satu titik jalan yang berlubang, dari perbatasan Karawang-Patokbesi sampai perbatasan Indramayu, butuh perbaikan segera. Di jalur ini juga sa-ngat minim lampu penerangan jalan sehingga pengguna jalan perlu lebih hati-hati saat melintas,” ungkap Kasatlantas Polres Subang AKP Sudiriyanto seusai Satlantas Polres Subang melaksanakan patroli di kawasan jalur pantura (7/3).
Di Karawang, yang menjadi jalur mudik meliputi Jalan Raya Tanjungpura, Johar, Lamaran, Telagasari, Wadas, Cilamaya, Krasak, Cikalong dan tembus ke jalur pantura. Mengutip Antara, perbaikan di titik jalan tersebut kini sudah mulai dilakukan. Namun, secara bertahap.
”Kami sudah komunikasikan ke Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait dengan perbaikan jalur mudik di wilayah Karawang,” kata Bupati Karawang, Aep Syaepuloh. Sementara untuk jalan nasional yang menjadi jalur mudik Lebaran di Karawang adalah jalan arteri, mulai dari Tanjungpura, Klari, Purwasari, Cikampek, hingga jalur pantura. Perbaikan oleh pemerintah pusat mulai Rabu (12/3) pekan lalu.
Di Jawa Timur (Jatim), sejak Sabtu (15/3), Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau sejumlah ruas jalan nasional. Selain jalan tol, Dody juga mengecek kondisi infrastruktur di jalur utama Jombang-Mojokerto-Surabaya. Termasuk Jalan Mastrip di Jombang yang menjadi salah satu titik perbaikan prioritas.
Berdasarkan data Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali per 14 Maret 2025, perbaikan jalan berlubang di ruas jalan nasional Jatim telah dilakukan sejak 1 Januari 2025 dan telah mencapai 11.775 titik dari total 11.868 titik yang diidentifikasi. ”Sisa 93 titik lainnya masih dalam proses perbaikan dan ditargetkan rampung pada H-10 Lebaran,” paparnya.
Kepala BBPJN Jawa Timur-Bali Gunadi Antariksa menambahkan, dalam proses perbaikan, pihaknya menggunakan material tambalan cepat mantap serta bongkaran aspal dengan metode Cold Milling Machine dan hotmix. Selain itu, beberapa perbaikan juga mendapatkan dukungan dari program corporate social responbility sebagai langkah percepatan di tengah keterbatasan anggaran.
”Melalui berbagai upaya percepatan perbaikan jalan yang dilakukan BBPJN Jawa Timur-Bali ini, diharapkan jalur-jalur nasional di Jatim siap digunakan secara optimal saat arus mudik Lebaran 2025,” kata Gunadi.
Terpisah, Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) memberikan sejumlah rekomendasi berdasarkan hasil investigasi berbagai kasus kecelakaan. Diharapkan, rekomendasi tersebut bisa mendukung arus mudik yang aman dan nyaman.
KNKT merekomendasikan agar dilakukan ramp check, baik pada bus reguler, bus pariwisata, maupun bus mudik gratis. ”Agar bus dan truk dapat dilakukan perawatan besar, khususnya untuk sistem remnya. Rem blong, berdasarkan data investigasi yang ada di KNKT sebagian besar merupakan kegagalan mekanik akibat tidak dilakukan perawatan dengan baik,” ujarnya. Selanjutnya perlu dilakukan pengawasan dan pembatasan pada jam kerja dan istirahat pengemudi kendaraan umum.
Ini untuk menjamin para pengemudi tidak mengalami kelelahan berlebihan. “Berdasarkan hasil sampel penelitian, sebagian besar mereka (pengemudi, red) memiliki masalah penyakit yang berkaitan dengan metabolisme, seperti kolesterol, darah tinggi, diabetes, dan sebagainya. Keadaan ini sangat berpengaruh terhadap kemampuan mengemudi dan dapat membahayakan keselamatan,” paparnya. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra / JP GROUP
Editor : Ryan Agung